Rabu, 16/09/2026

Jarak Pandang Turun ke 1.000 Meter, Batik Air Jakarta–Samarinda Dialihkan ke Balikpapan

Rabu, 16/09/2026

Pemandangan Kota Samarinda yang samar akibat tingginya konsentrasi kabut asap. Kondisi ini membuat penerbangan Batik Air rute Jakarta–Samarinda terpaksa dialihkan pendaratannya ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jarak Pandang Turun ke 1.000 Meter, Batik Air Jakarta–Samarinda Dialihkan ke Balikpapan

Rabu, 16/09/2026

logo

Pemandangan Kota Samarinda yang samar akibat tingginya konsentrasi kabut asap. Kondisi ini membuat penerbangan Batik Air rute Jakarta–Samarinda terpaksa dialihkan pendaratannya ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis: Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu lalu lintas penerbangan di Kota Samarinda. Akibat jarak pandang (visibilitas) yang terbatas, penerbangan Batik Air nomor BTK6676 rute Jakarta–Samarinda terpaksa dialihkan pendaratannya ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Rabu (16/9/2026). Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, membenarkan adanya pengalihan penerbangan (divert) tersebut. 

Pesawat tidak dapat melanjutkan pendaratan di Bandara APT Pranoto karena jarak pandang saat itu hanya mencapai 1.000 meter. “Benar, ada satu pesawat yaitu Batik Air dari Jakarta-Samarinda. Tadi tidak bisa tembus karena jarak pandang 1.000 meter, akhirnya pesawat dialihkan ke Balikpapan,” kata Kadek, Rabu (16/9/2026). Lanjutnya, jarak pandang di Bandara APT Pranoto terus berfluktuasi. Meski sempat merosot hingga 1.000 meter, kondisi visibilitas secara perlahan membaik ke kisaran 1.500 hingga 2.000 meter. 

“Hari ini jarak pandang tadi masih 1.500 meter. Kondisi ke depannya semestinya meningkat, jadi sekarang sudah 2.000 meter. Tadi dari 1.000 naik sudah 2.000 meter,” jelasnya. 

Saat ini, jadwal penerbangan berikutnya masih menanti prakiraan dinamika atmosfer dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kecepatan angin yang cenderung tenang membuat pergerakan sebaran asap berlangsung lambat di sekitar kawasan bandara. 

Pihak bandara menyerahkan kepastian jadwal penerbangan lanjutan kepada masing-masing maskapai sesuai evaluasi standar keselamatan. “Karena anginnya saat ini masih kalem, kalau begitu berarti pergerakannya lambat. Kalau anginnya kencang, asapnya cepat bergerak,” katanya. 

Penundaan maupun pengalihan rute murni dipicu oleh faktor cuaca aktual di lapangan, di tengah optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penyiraman udara atau water bombing yang sedang berjalan. “Ini berdasarkan kondisi riil, tidak bisa kita prediksi, agak susah. Ini sudah upaya maksimal yang dilakukan untuk mengantisipasi karhutla ini,” pungkasnya. 

Editor: Erwin

Jarak Pandang Turun ke 1.000 Meter, Batik Air Jakarta–Samarinda Dialihkan ke Balikpapan

Rabu, 16/09/2026

Pemandangan Kota Samarinda yang samar akibat tingginya konsentrasi kabut asap. Kondisi ini membuat penerbangan Batik Air rute Jakarta–Samarinda terpaksa dialihkan pendaratannya ke Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. (Ayu/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait