Selasa, 08/09/2026

Pertama Di Kaltim Nobar Film “Makin Ditekan, Makin Melawan”, Mahasiswa Hukum Unmul Soroti Kriminalisasi Pasca Aksi

Selasa, 08/09/2026

Suasana nobar film “Makin Ditekan, Makin Melawan” di Fakuktas Hukum Unmul, Selasa (8/9/2026) malam. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pertama Di Kaltim Nobar Film “Makin Ditekan, Makin Melawan”, Mahasiswa Hukum Unmul Soroti Kriminalisasi Pasca Aksi

Selasa, 08/09/2026

logo

Suasana nobar film “Makin Ditekan, Makin Melawan” di Fakuktas Hukum Unmul, Selasa (8/9/2026) malam. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dugaan kriminalisasi terhadap aktivis dan peserta aksi demonstrasi di Indonesia menjadi sorotan dalam film dokumenter berjudul Makin Ditekan, Makin Melawan karya sutradara Faiz Benshadeq.

Film tersebut mengangkat sejumlah kasus yang terjadi setelah gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 dan untuk pertama kalinya, film dokumenter itu diputar di lingkungan kampus Universitas Mulawarman (Unmul), tepatnya di Fakultas Hukum (FH) Unmul, Samarinda, Selasa (8/9/2026) malam tadi.

Pemutaran film dikemas melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar Kementerian Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) BEM FH Unmul. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari momentum September Hitam 2026 serta menjadi sarana pengenalan terhadap kerja-kerja advokasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Menteri Kastrat BEM FH Unmul, Fauzan Yuzzaki mengatakan nobar tersebut tidak sekadar menjadi agenda pemutaran film, tetapi juga ruang untuk merefleksikan kondisi kebebasan berekspresi di Indonesia.

Menurutnya, diskusi yang digelar setelah pemutaran film diharapkan dapat membuka ruang pembahasan mengenai tindakan aparat terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

“Film ini menggambarkan kasus-kasus penangkapan dan dampaknya terhadap kondisi psikologis para aktivis akibat tindakan aparat penegak hukum terhadap mereka yang menyuarakan keadilan untuk masyarakat,” kata Fauzan kepada Korankaltim.com, Selasa (8/9/2026) malam.

Salah satu aktivis yang kisahnya ditampilkan dalam film tersebut adalah Khariq Anhar. Dalam dokumenter itu, Khariq mengungkapkan pengalaman terkait kekerasan yang dialaminya saat proses penangkapan.

Film juga menyajikan data mengenai penangkapan yang terjadi setelah aksi demonstrasi. Disebutkan, sebanyak 6.719 orang ditangkap pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sementara 703 orang di antaranya menjalani proses pengadilan.

Data yang ditampilkan dalam film tersebut menyebut jumlah itu sebagai angka tahanan politik terbesar sejak era Reformasi. Angka tersebut bahkan disebut melampaui jumlah yang tercatat pada 1994, ketika sekitar 350 orang ditahan pada masa Orde Baru.

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama sejumlah peserta. Salah satu pemantik diskusi merupakan tahanan politik asal Samarinda, yakni Rian.

Nobar dan diskusi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat sipil, mahasiswa Unmul, Aksi Kamisan Kaltim, KBAM, perwakilan kalangan kehutanan, serta Lembaga Dakwah Kampus FH Unmul (Al-Mizan).

Fauzan menilai pemutaran film tersebut penting untuk mengingatkan publik bahwa persoalan dugaan represivitas terhadap aktivis masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian. “Film dokumenter ini juga sebagai pengingat bahwa aparat saat ini represif terhadap aktivis,” kata Fauzan lagi.

Pihak yang ingin menggelar pemutaran film tersebut diharuskan mengajukan surat resmi kepada KontraS sebagai pihak yang menyediakan film.

Melalui pemutaran film dan diskusi tersebut, BEM FH Unmul berharap pembahasan mengenai kebebasan berpendapat, perlindungan terhadap aktivis, serta dugaan kriminalisasi pascaaksi dapat terus mendapat ruang di tengah masyarakat, terutama di lingkungan perguruan tinggi.

Editor: Aspian Nur

Pertama Di Kaltim Nobar Film “Makin Ditekan, Makin Melawan”, Mahasiswa Hukum Unmul Soroti Kriminalisasi Pasca Aksi

Selasa, 08/09/2026

Suasana nobar film “Makin Ditekan, Makin Melawan” di Fakuktas Hukum Unmul, Selasa (8/9/2026) malam. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait