Selasa, 08/09/2026

22 Tahun Kasus Munir, Aktor Intelektual Masih Jadi Tanda Tanya

Selasa, 08/09/2026

Koalisi September Hitam membentangkan spanduk di simpang empat Lembuswana, Senin (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

22 Tahun Kasus Munir, Aktor Intelektual Masih Jadi Tanda Tanya

Selasa, 08/09/2026

logo

Koalisi September Hitam membentangkan spanduk di simpang empat Lembuswana, Senin (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tepat 22 lalu, aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib tewas, namun siapa aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya. 

Koalisi September Hitam mendesak pemerintah membuka kembali kasus tersebut dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

Narahubung Koalisi September Hitam, Yopin Pratama, mengatakan peringatan 22 tahun kematian Munir menjadi momentum untuk merefleksikan kembali perjalanan kasus tersebut sekaligus mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan persoalan berhenti pada pelaku lapangan.

“Lebih tepatnya, kita ingin kembali merefleksikan diri sekaligus mengingatkan kembali pemerintah, terutama negara, terkait kasus Munir yang sudah 22 tahun berlalu. Namun hingga hari ini belum ada titik terang, khususnya terkait aktor intelektual yang ikut serta dalam upaya pembunuhan aktivis HAM tersebut,” ujar Yopin, Selasa (8/9/2026).

Munir meninggal pada 7 September 2004 dalam penerbangan Garuda GA-974 rute Jakarta-Amsterdam melalui Singapura. Hasil pemeriksaan forensik di Belanda menemukan adanya racun arsenik dalam tubuhnya.

Sejumlah pihak telah diproses secara hukum dalam kasus tersebut. Namun, menurut Yopin, proses hukum terhadap pelaku lapangan belum menjawab pertanyaan terbesar mengenai pihak yang merencanakan dan memerintahkan pembunuhan Munir.

“Yang harus diketahui publik adalah siapa dalang di balik proses perencanaan hingga upaya pembunuhan terhadap Munir. Itu yang sampai sekarang belum terungkap,” katanya.

Ia menyebut hasil kerja Tim Pencari Fakta (TPF) menunjukkan adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Karena itu, Koalisi September Hitam mendesak Komnas HAM dan Kejaksaan Agung menuntaskan penyelidikan serta memproses seluruh pihak yang terlibat berdasarkan bukti.

Koalisi juga meminta pemerintah membuka dokumen TPF Munir kepada publik sesuai ketentuan hukum dan memastikan tidak ada impunitas, termasuk bagi pihak yang memiliki kekuasaan dan jabatan.

“Munir boleh dibunuh, tetapi kebenaran tidak pernah bisa dibungkam,” tegasnya. 

Editor: Erwin

22 Tahun Kasus Munir, Aktor Intelektual Masih Jadi Tanda Tanya

Selasa, 08/09/2026

Koalisi September Hitam membentangkan spanduk di simpang empat Lembuswana, Senin (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

Share

Berita Terkait