Jumat, 04/09/2026
Jumat, 04/09/2026
Armada tangki disiagakan menyalurkan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau dan mengalami krisis pasokan air (Dok. BPBD Kota Samarinda)
Jumat, 04/09/2026

Armada tangki disiagakan menyalurkan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau dan mengalami krisis pasokan air (Dok. BPBD Kota Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
Hingga kini, BPBD mencatat telah sebanyak 98 kali pengiriman air bersih dilakukan hingga 1 September 2026. Dari seluruh distribusi tersebut, total 255.000 liter air telah disalurkan ke sejumlah kawasan yang terdampak kekurangan pasokan.
Penyaluran dimulai pada 26 Agustus. Saat itu, empat kali pengiriman dilakukan dengan total 20.000 liter air untuk warga di Kelurahan Makroman dan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan.
Sehari berselang, jumlah distribusi meningkat menjadi 13 kali dengan volume mencapai 65.000 liter. Air dikirim ke sejumlah wilayah, di antaranya Sambutan, Sindang Sari, Pulau Atas, Makroman, Bukuan, Rawa Makmur hingga Budaya Pampang.
Distribusi berlanjut pada 28 Agustus sebanyak 10 kali pengiriman dengan total 50.000 liter. Bantuan kembali menyasar Makroman, Sungai Kapih, Bukuan dan Budaya Pampang.
Pada 29 Agustus, tujuh kali pengiriman dilakukan dengan volume 35.000 liter ke Makroman dan Pulau Atas. Kemudian 30 Agustus, sebanyak 30.000 liter air dikirim enam kali ke Kelurahan Bantuas, Palaran.
Penyaluran berlanjut pada 31 Agustus sebanyak 35.000 liter dalam tujuh kali pengiriman untuk Bantuas dan Sempaja Utara. Memasuki 1 September, tiga kali pengiriman kembali dilakukan dengan total 20.000 liter ke Bantuas dan Bukuan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan bantuan tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi warga, terutama minum dan memasak.
“Air yang kami distribusikan diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi, seperti minum dan memasak. Bukan untuk mandi, mencuci maupun kakus,” kata Suwarso, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, distribusi bukan semata-mata dipicu gangguan jaringan perpipaan. Sejumlah kawasan mengalami persoalan karena instalasi pengolahan air (IPA) terdampak intrusi air laut sehingga produksi air bersih tidak berjalan normal.
“Yang kami suplai adalah daerah yang IPA-nya terdampak intrusi air laut sehingga tidak bisa memproduksi air bersih, bukan karena gangguan ataupun perbaikan pipa,” jelasnya.
BPBD Samarinda membuka pengajuan bantuan melalui Call Center Pusdalops. Permintaan diajukan pemerintah kelurahan untuk kemudian dikoordinasikan terkait kebutuhan dan titik pengiriman.
Hingga kini, Suwarso menyebut seluruh permintaan masih mampu dipenuhi. Distribusi diperkuat 15 armada dari berbagai instansi, termasuk PDAM Tirta Kencana, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BWS Kalimantan IV, Kementerian Pekerjaan Umum dan PMI Kaltim.
Ia juga mengingatkan warga menyiapkan tempat penampungan ketika aliran PDAM kembali tersedia.
“Begitu air PDAM mengalir, masyarakat sebaiknya langsung menyiapkan penampungan sebagai cadangan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 04/09/2026
Armada tangki disiagakan menyalurkan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau dan mengalami krisis pasokan air (Dok. BPBD Kota Samarinda)
TERPOPULER