Jumat, 04/09/2026

Hujan Lokal di Samarinda Samarinda Seberang dan Palaran, BMKG Pastikan Bukan Hasil OMC

Jumat, 04/09/2026

Hujan yang turun di kawasan Samarinda Sebrang pada Jum'at (4/9/2026). (Foto: Dok.ITS)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Hujan Lokal di Samarinda Samarinda Seberang dan Palaran, BMKG Pastikan Bukan Hasil OMC

Jumat, 04/09/2026

logo

Hujan yang turun di kawasan Samarinda Sebrang pada Jum'at (4/9/2026). (Foto: Dok.ITS)

Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kota Samarinda di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung  Jumat (4/9/2026) hari ini. Fenomena tersebut terjadi secara sporadis dengan cakupan wilayah terbatas dan belum merata di seluruh kawasan kota.

Informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas sedang mulai turun di sejumlah wilayah di antaranya Samarinda Seberang dan Palaran, berlangsung secara lokal sementara beberapa wilayah lain di Samarinda masih belum mendapat guyuran hujan.

Kondisi ini juga menjadi perhatian setelah sejumlah informasi mengenai turunnya hujan dibagikan relawan melalui beberapa grup komunikasi. Namun fenomena tersebut belum menunjukkan perubahan pola cuaca secara menyeluruh di Kota Tepian.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor menjelaskan, hujan tetap berpeluang terjadi meskipun wilayah Kalimantan Timur masih berada dalam periode kemarau.

“Saat ini masih musim kemarau. Di bulan kemarau itu sebenarnya masih ada potensi hujan, tetapi biasanya hujan-hujannya bersifat lokal, cepat dan sebentar,” ujar Riza.

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan hujan yang terjadi di Samarinda memang hanya berada di titik-titik tertentu. Sementara wilayah lainnya belum terdeteksi mengalami hujan dengan cakupan yang sama.

“Kalau kami pantau memang hujannya sangat lokal sekali. Cuma beberapa wilayah saja. Di daerah lain belum ada terdeteksi adanya hujan,” sebut Riza lagi.

Riza memastikan hujan yang turun tersebut bukan hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) karena kegiatan itu di Kalimantan Timur telah selesai dilaksanakan.

“Kalau OMC itu langsung semai kalau ada awan. Kalau sekarang belum ada kegiatan OMC lagi karena sudah selesai,” papar Riza.

Hujan yang muncul saat ini merupakan fenomena alamiah yang memang dapat terjadi selama musim kemarau. Pembentukan awan hujan berlangsung secara terbatas sehingga guyuran tidak terjadi secara merata.

“Jadi hujan-hujan yang terjadi memang hujan alamiah, sifatnya spot-spot. Ini memang ciri-ciri hujan di musim kemarau,” tuturnya.

Karakter hujan kemarau berbeda dengan musim penghujan. Saat musim hujan, wilayah yang terdampak biasanya lebih luas dengan durasi dan intensitas yang relatif lebih tinggi.

“Kalau musim hujan, hujannya areanya luas dan intensitasnya juga lumayan. Di musim kemarau, hujannya areanya kecil dan kadang durasinya singkat,” pungkasnya.

Editor: Aspian Nur

Hujan Lokal di Samarinda Samarinda Seberang dan Palaran, BMKG Pastikan Bukan Hasil OMC

Jumat, 04/09/2026

Hujan yang turun di kawasan Samarinda Sebrang pada Jum'at (4/9/2026). (Foto: Dok.ITS)

Share

Berita Terkait