Kamis, 03/09/2026

Ancaman Karhutla Mengintai, BKSDA Kaltim Perkuat Perlindungan Satwa Dilindungi

Kamis, 03/09/2026

Keberadaan Orang Utan kini menjadi satwa yang turut mengalami dampak terhadap karhutla dan kekeringan di alam (Surya/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ancaman Karhutla Mengintai, BKSDA Kaltim Perkuat Perlindungan Satwa Dilindungi

Kamis, 03/09/2026

logo

Keberadaan Orang Utan kini menjadi satwa yang turut mengalami dampak terhadap karhutla dan kekeringan di alam (Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim terus memperkuat perlindungan terhadap sejumlah satwa dilindungi dan endemik yang menghadapi ancaman populasi. 

Hal tersebut menjadi penting dilakukan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Benua Etam.

Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menyatakan perlindungan satwa merupakan salah satu tugas utama BKSDA, khususnya terhadap satwa ikonik yang berada di wilayah kerja Kaltim dan Kaltara.

“Beberapa satwa yang menjadi perhatian kita di antaranya Orang Utan, Beruang Madu, Gajah, hingga Badak Borneo,” ujar Ari saat ditemui di kantornya, Kamis (3/9/2026).

Selain itu menurutnya, upaya konservasi tidak dapat hanya mengandalkan BKSDA. Keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, organisasi pemerhati lingkungan, relawan dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan satwa di habitatnya.

“Kita sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk melakukan kegiatan perlindungan terhadap satwa-satwa endemik,” ucapnya.

Ancaman karhutla menurut Ari juga mendorong BKSDA meningkatkan langkah preventif dan penanganan di lapangan. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan satwa yang membutuhkan penyelamatan akibat kebakaran atau kondisi lingkungan yang membahayakan.

Lebih lanjut, BKSDA juga melibatkan sejumlah mitra dalam upaya perlindungan satwa, mulai dari lembaga swadaya masyarakat hingga relawan. Khusus Orang Utan, patroli dilakukan bersama organisasi pemerhati satwa di antaranya Centre for Orangutan Protection (COP), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD).

“Untuk Orang Utan, kita punya tim khusus dan tim patroli yang melakukan kegiatan di lapangan bersama para mitra, terutama NGO yang memiliki perhatian terhadap satwa,” katanya.

Saat disinggung apakah sudah ada laporan Orang Utan atau satwa yang terdampak dan perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut dari efek karhutla, Ari mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya satwa yang membutuhkan penanganan serius. 

Editor: Erwin

Ancaman Karhutla Mengintai, BKSDA Kaltim Perkuat Perlindungan Satwa Dilindungi

Kamis, 03/09/2026

Keberadaan Orang Utan kini menjadi satwa yang turut mengalami dampak terhadap karhutla dan kekeringan di alam (Surya/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait