El Nino Tekan Aktivitas Usaha, Jalur Kapal ke Hulu Sungai Mahakam Mulai Terbatas
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Fenomena El Nino mulai memberi tekanan terhadap aktivitas usaha yang bergantung pada jalur perairan Sungai Mahakam.
Penurunan muka air sungai membuat pergerakan kapal menuju wilayah hulu tidak lagi berjalan normal.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Samarinda, Muhammad Ridwan, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pengusaha yang aktivitasnya berkaitan langsung dengan transportasi sungai.
Menurutnya, Sungai Mahakam selama ini memiliki peran penting karena mampu menopang pengangkutan dalam kapasitas besar. Namun, kondisi air yang terus menyusut membuat akses kapal menuju wilayah hulu menjadi terbatas.
“Dampak El Nino itu salah satunya surutnya air. Surutnya Sungai Mahakam membuat kita tidak bisa sampai ke hulu lagi,” ujar pria yang kerap disapa H Wawan kepada Korankaltim.com, Rabu (2/9/2026).
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus menyesuaikan pola operasional dengan keadaan sungai. Salah satu pilihan yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan jalur darat, meski kapasitasnya tidak sebesar transportasi sungai.
Ridwan mengatakan situasi ini menunjukkan aktivitas usaha di kawasan Mahakam masih sangat bergantung pada kondisi perairan. Ketika terjadi perubahan kondisi alam, pengusaha harus segera menyesuaikan pola kerja agar kegiatan tetap dapat berjalan.
Ia memperkirakan tantangan tersebut masih akan berlangsung apabila El Nino mencapai puncaknya pada September. Karena itu, pelaku usaha perlu mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi kondisi tersebut.
“Kita perlu antisipasi dampak El Nino ini sampai September,” katanya.
Ridwan juga berharap terdapat langkah dari pemerintah untuk mengantisipasi dampak El Nino. Salah satu opsi yang menurutnya dapat dipertimbangkan adalah modifikasi cuaca apabila kondisi memungkinkan.
Bagi dunia usaha, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Ridwan menyebut fenomena alam seperti El Nino merupakan siklus yang tidak mudah dikendalikan sehingga pengusaha dituntut mampu beradaptasi.
“Ini tantangan kami sebagai pengusaha untuk bisa melewati ini semua,” pungkasnya.
Editor: Erwin









