Pemilik gudang, Lasman, mengatakan kebakaran terjadi saat dirinya bersama sejumlah orang di lokasi sedang melaksanakan salat Magrib. Kondisi gudang saat itu dalam keadaan tidak beraktivitas.
“Pas habis salat Magrib, kami ditelepon kalau ada kebakaran. Katanya api dari belakang,” ujar Lasman.
Menurutnya, sebelum kejadian, aktivitas di bagian belakang gudang memang tidak ada. Barang-barang seperti besi tua, kardus dan plastik biasanya dipindahkan secara bertahap ke bagian depan untuk kegiatan pengelolaan.
“Biasanya tidak ada kegiatan dan api juga tidak ada di belakang. Biasanya barang dibawa ke depan satu-satu,” tambahnya.
Saat kebakaran terjadi, tidak ada pekerja yang berada di dalam gudang karena seluruh aktivitas berhenti sementara untuk salat Magrib. Api kemudian membakar material yang mudah terbakar dan membuat kobaran cepat membesar.
Material yang terbakar berupa tumpukan rongsokan, besi tua, kardus hingga plastik. Selain itu, satu unit truk yang berada di sekitar lokasi juga tidak sempat diselamatkan dan ikut terbakar.
Danpos 7 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Dwi Purwanto mengatakan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 20 x 30 meter.
“Untuk malam ini terjadi kebakaran di tempat usaha penumpukan besi tua dan kardus. Luas area yang terbakar sekitar 20 kali 30 meter dan terdampak satu unit truk terbakar,” jelas Dwi.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Operasi tersebut turut dibantu para relawan dengan mengerahkan sekitar tujuh unit truk tangki untuk mendukung suplai air.
Minimnya titik sumber air menjadi salah satu kendala petugas di lapangan. Kondisi tersebut membuat petugas harus mengandalkan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman.
“Untuk kendala, titik air minim sehingga kami menggunakan truk tangki,” tuturnya.
Dwi menambahkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara api muncul akibat korsleting atau arus pendek listrik.
“Api awalnya masih dalam penyelidikan, belum diketahui. Dugaan sementara karena arus pendek listrik,” pungkasnya.
Editor: Erwin