Sebanyak 38.250 masker dihimpun melalui gerakan sosial yang digagas relawan Info Taruna Samarinda (ITS). Dari jumlah tersebut pembagian ini di laksanakan dalam dua hari mulai Kamis (27/8/2026) kemarin sampai Jumat (28/8/2026) hari ini di beberapa titik di Kota Tepian.
Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polresta Samarinda, BPBD, TNI, pemadam kebakaran, camat, lurah hingga relawan, komunitas, organisasi masyarakat, pengemudi ojek online, serta sejumlah perusahaan.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak asap karhutla.
“Kegiatan ini berawal dari inisiatif relawan ITS yang kemudian mendapat dukungan kepolisian, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Ini sebagai salah satu wujud kepedulian kita terhadap sesama warga masyarakat,” ujar Hendri.
Sejak awal Agustus terdapat sekitar 50 kejadian kebakaran lahan di Samarinda. Kebakaran terjadi di sejumlah kawasan, khususnya wilayah yang berada di pinggiran kota seperti Palaran, Samarinda Ulu, Sambutan, Samarinda Utara dan Sungai Pinang.
Asap yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut dinilai berpotensi menurunkan kualitas udara. Karena itu, masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah diminta tidak mengabaikan perlindungan diri.
“Adanya asap yang ditimbulkan kebakaran lahan di beberapa tempat mau tidak mau memengaruhi tingkat polusi maupun kebersihan udara di Kota Samarinda,” jelasnya.
Hendri mengingatkan masyarakat khususnya pengendara motor untuk mengenakan masker saat bepergian. Imbauan serupa ditujukan kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar, sekolah, perkantoran maupun ruang publik lainnya.
Ketua ITS Joko Iswanto, yang akrab disapa Jokis mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap penggalangan bantuan cukup tinggi. Dalam dua hari, pihaknya berhasil mengumpulkan 38.250 masker.
“Seluruhnya akan kami donasikan kepada masyarakat. Ini menjadi perhatian khusus bahwa kesehatan itu sangat penting,” kata Jokis.
Selain 10 ribu masker yang dibagikan di Lembuswana, sebagian masker akan disalurkan ke kawasan terdampak karhutla, termasuk bagi relawan, petugas pemadam dan warga sekitar lokasi kebakaran.
Sekitar 18.250 masker lainnya dijadwalkan dibagikan bertahap pada September hingga Oktober. Dukungan juga datang dari masyarakat di Pulau Jawa yang mengirimkan sekitar 5 ribu masker ke Samarinda.
Jokis berharap kepedulian tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Di samping itu kami meminta kepada masyarakat yang memiliki lahan atau yang ingin membuka lahan untuk tidak dengan cara dibakar,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur