Penderita ISPA di Balikpapan Tembus 66 Ribu Kasus, Tertinggi di Kaltim
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat Kota Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tertinggi di Kaltim.
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, berdasarkan laporan yang dihimpun pihaknya, jumlah kasus ISPA di Balikpapan telah mencapai 66 ribu kasus.
Angka tersebut menempatkan Balikpapan sebagai daerah dengan kasus ISPA tertinggi dibandingkan sejumlah kabupaten/kota lainnya di Kaltim.
“Yang paling banyak meningkatnya di beberapa kabupaten/kota. Kota Balikpapan sampai 66.468 kasus,” ujar Jaya, Kamis (27/8/2026).
Selain Kota Balikpapan, kasus ISPA juga tercatat cukup tinggi di Kota Samarinda dengan 48.230 kasus. Kemudian, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 29.453 kasus dan Kutai Barat mencapai 7.562 kasus.
Jaya menjelaskan, data tersebut dihimpun berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas dan rumah sakit yang kemudian dikompilasi melalui sistem pemantauan kesehatan.
Menurut dia, peningkatan kasus ISPA tidak terlepas dari kondisi cuaca dan lingkungan yang terjadi belakangan ini. Cuaca panas serta meningkatnya paparan debu dapat memicu gangguan pada saluran pernapasan.
“Karena debu banyak, kemudian ditambah ada cuaca yang panas, ini menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan bagian atas,” ucapnya.
Selain faktor cuaca dan debu, asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga turut menjadi perhatian Dinkes Kaltim. Jaya menyebut, asap dapat menyebar ke wilayah lain sehingga dampaknya terhadap kesehatan tidak selalu berada di sekitar lokasi kebakaran.
Oleh karena itu, pihaknya terus memantau perkembangan kasus melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Laporan dari fasilitas kesehatan dikirimkan setiap hari sehingga perkembangan penyakit dapat segera diketahui.
“Setiap hari kita mendapatkan laporan 1x24 jam selama tujuh hari melalui aplikasi SKDR sehingga bisa kita kompilasi,” tutupnya.
Editor: Erwin









