Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap Hari Kemerdekaan tiba, sejak pagi, kawasan perempatan Lembuswana dipenuhi masyarakat yang mengikuti apel penghormatan terhadap bendera Merah Putih termasuk pada Senin (17/8/2026) pagi tadi.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar memimpin kegiatan itu yang diawali dengan bunyi sirine satu menit. Suasana kemudian berlangsung khidmat saat seluruh peserta memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, sebelum dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sekitar 1.500 relawan tercatat hadir dalam kegiatan tersebut. Dengan tambahan masyarakat yang turut menyaksikan, jumlah peserta diperkirakan mencapai 2.000 orang. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari komunitas ojek online, relawan pemadam kebakaran, BPBD, Basarnas, TNI-Polri hingga kelompok masyarakat.
Hendri mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya persatuan berbagai elemen di Kota Tepian. Momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan yang selama ini telah terbangun.
“Yang kita lihat pagi ini adalah gambaran kebersamaan dan soliditas seluruh elemen masyarakat. Semua berkumpul dalam satu semangat untuk memperingati kemerdekaan,” ujar Hendri saat diwawancarai awak media seusai apel.
Penghormatan terhadap bendera dan menyanyikan Indonesia Raya memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Masyarakat memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan dengan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat. Apa yang dilakukan harus berdampak baik bagi masyarakat dan kemajuan Kota Samarinda,” sebut Hendri lagi.
Keberadaan para relawan yang selama ini menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat juga mendapat apresiasi, terutama ketika terjadi kebakaran, bencana maupun persoalan keamanan.
Sementara itu, Ketua Info Taruna Samarinda Joko Iswanto menjelaskan kegiatan tersebut telah memasuki pelaksanaan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020.
“Ini sudah yang ketujuh kalinya. Tahun ini terasa istimewa karena Kapolresta Samarinda langsung menjadi pimpinan apel, sekaligus semakin banyak unsur yang ikut terlibat,” ungkap Jokis, sapaan akrabnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyiraman air menggunakan semprotan dari kendaraan pemadam kebakaran. Selain menjadi penutup acara, aksi tersebut dimaknai sebagai simbol kepedulian terhadap kondisi Samarinda yang sedang menghadapi musim kemarau.
“Air yang disemprotkan ini menjadi simbol doa dan harapan agar Samarinda segera mendapat hujan, sekaligus mengingatkan kita untuk peduli terhadap kondisi lingkungan,” tutup Jokis.
Editor: Aspian Nur