Direktur Teknik Perumda Tirta Kencana Samarinda Kaharuddin menjelaskan, pesan singkat yang meminta warga mengisi tandon air seiring masuknya air asin di wilayah Handil D sejatinya ditujukan kepada para kepala desa (kades) dan ketua RT di kawasan muara Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Berita yang beredar adalah untuk kades dan RT di wilayah Muara, Kukar,” kata Kaharuddin.
Dijelaskannya, sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Samarinda yang berlokasi paling dekat dengan muara, meliputi IPA Bantuas, IPA Pulau Atas, serta IPA Palaran, saat ini mencatat kadar klorida sekitar 2,5 hingga 5 ppm (parts per million). Angka tersebut jauh di bawah ambang batas maksimal operasional sebesar 250 ppm.
“Kadar klorida masih antara 2,5 sampai 5 ppm. Status produksi masih aman,” ujarnya.
Sementara untuk wilayah tetangga di Kukar, operasional IPA di kawasan Anggana sempat dihentikan sementara sewaktu air pasang dan kembali berproduksi saat air surut. Adapun di wilayah Pendingin, kadar klorida terdeteksi sekitar 100 ppm dan pengolahan air masih berjalan.
Guna menjamin kualitas air baku tetap terkendali, pemantauan berkala terus dilakukan oleh tiap-tiap IPA bersama Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana. Meski begitu, potensi lonjakan kadar klorida tetap perlu diwaspadai jika hujan tidak kunjung turun hingga puncak pasang air laut pada 22 Agustus mendatang.
Kondisi cuaca kering berisiko meningkatkan kadar klorida pada IPA terdekat dari muara hingga melampaui batas aman. Oleh sebab itu, Perumda Tirta Kencana berkomitmen menyampaikan pembaruan informasi beserta langkah antisipasi sebelum tanggal tersebut.
Kaharuddin mengimbau masyarakat Samarinda agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi kabar yang beredar.
Kendati demikian, warga tetap disarankan melakukan langkah pencegahan mandiri secara bijak. Setiap perubahan kondisi klorida akan segera diumumkan secara transparan melalui media resmi Perumda Tirta Kencana maupun saluran media massa lainnya.
“Jika memungkinkan (masyarakat) dapat menampung dan menghemat pemakaian air, semoga segera ada hujan di hulu Sungai Mahakam dan di Samarinda,” pungkasnya.
Editor: Erwin