Seorang pria bernama Satya berusia 31 tahun mengaku menjadi korban pemukulan oleh sejumlah orang setelah menegur pengemudi mobil yang nyaris menyerempet sepeda motor yang ditumpanginya bersama istri dan anak.
Kasus tersebut kini telah ditangani Polsek Samarinda Ulu. Polisi menyatakan laporan korban telah diterima dan proses penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap kronologi serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Berdasarkan keterangan Satya, peristiwa bermula saat dirinya melintas menggunakan sepeda motor bersama keluarga.
Ketika hendak memasuki Jalan Anggur dari sebuah persimpangan, sebuah mobil disebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi hingga hampir mengenai kendaraan yang dikendarainya.
Merasa keselamatan istri dan anaknya terancam, Satya mengaku spontan memberikan teguran kepada pengemudi mobil agar lebih berhati-hati saat berkendara.
Namun, menurut pengakuannya, teguran tersebut justru memicu ketegangan. "Saya hanya mengingatkan supaya hati-hati karena hampir mengenai kami.
Saat itu saya sedang membawa istri dan anak," ujar Satya kepada Korankaltim.com.
Tak lama berselang, beberapa orang keluar dari mobil tersebut dan menghampirinya.
Ia memperkirakan ada sekitar lima orang yang turun dari mobil itu dan pengakuan Satya, tanpa banyak percakapan kelima pria itu diduga langsung melakukan pemukulan. Insiden itu berlangsung di tepi jalan dan sempat menarik perhatian warga sekitar.
Setelah kejadian, Satya memilih mendatangi Polsek Samarinda Ulu untuk membuat laporan resmi agar kasus yang dialaminya diproses sesuai ketentuan hukum.
Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik mulai meminta keterangan dari pelapor sebagai langkah awal penyelidikan.
Polisi juga akan mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengakui adanya laporan dugaan pengeroyokan yang diterima malam tadi dan memastikan kepolisian akan menangani perkara tersebut secara profesional dan sesuai prosedur.
"Laporannya sudah kami terima di Polsek Samarinda Ulu. Selanjutnya akan kami tindak lanjuti sesuai proses yang berlaku," kata Asriadi.
Penyidik masih bekerja mengumpulkan seluruh informasi dan bukti yang diperlukan sebelum mengambil kesimpulan terkait peristiwa tersebut.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk memberikan ruang kepada kepolisian menjalankan proses hukum secara objektif.
"Kami berharap masyarakat mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian. Mohon doa dan dukungan agar proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik," tutup Asriadi.
Editor: Aspian Nur