Kebakaran yang juga menghanguskan dua sepeda motor itu berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Narahubung Disdamkarmat Kota Samarinda Hery Suhendra menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 23.05 WITA dan personel langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
"Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak menuju lokasi, tiba sekitar pukul 23.15 WITA dan segera melakukan operasi pemadaman agar api tidak meluas ke bangunan lain," ujar Hery dalam keterangan tertulis yang diterima Korankaltim.com pada Kamis (9/7/2026) pagi ini.
Disdamkarmat Kota Samarinda mengerahkan tiga mobil pemadam dengan total 12 personel. Pengerahan dilakukan secara bertahap, yakni dua unit dari Posko 8 pada tahap pertama dan satu unit tambahan dari Posko 1 untuk memperkuat proses pemadaman.
"Seluruh personel bekerja melakukan pemadaman sekaligus pendinginan hingga api benar-benar padam. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke rumah lainnya," katanya.
Objek yang terbakar terdiri dari satu rumah tunggal berukuran sekitar 5 x 10 meter dan dua sepeda motor. Rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga dengan dua orang penghuni.
Terkait penyebab kebakaran, Hery menyebut pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Meski demikian, berdasarkan informasi awal di lapangan dugaan sementara kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian manusia.
"Dugaan sementara memang mengarah pada kelalaian manusia. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian," jelasnya.
Proses penanganan selesai sekitar pukul 00.00 Wita tanpa kendala berarti di lapangan. Setelah dilakukan pendinginan dan dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali, situasi dinyatakan aman dan terkendali.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat menggunakan peralatan listrik maupun sumber api di dalam rumah. Pastikan semuanya dalam kondisi aman agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," tutup Hery.
Editor: Aspian Nur