Menurut Darlis, diperlukan penyesuaian program studi dan kuota penerimaan mahasiswa pada perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga pendidik di daerah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan guru pada mata pelajaran yang masih mengalami kekurangan tenaga pengajar.
Selain itu, kebijakan tersebut juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi jumlah lulusan pada bidang studi yang saat ini telah mengalami kelebihan guru.
Darlis mengungkapkan, hingga kini sejumlah sekolah di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim masih menghadapi keterbatasan guru pada mata pelajaran tertentu, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas proses belajar mengajar.
“Akibatnya, tidak sedikit tenaga pendidik kita harus mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi akademik yang mereka miliki,” kata Darlis, Kamis (25/6/2026).
Lanjutnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar karena guru tidak mengampu bidang yang menjadi keahlian utamanya.
“Situasi ini perlu menjadi perhatian bersama, supaya kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara proporsional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, persoalan ketidakseimbangan guru tidak hanya berkaitan dengan distribusi tenaga pengajar. “Tetapi juga berhubungan dengan perencanaan pendidikan tinggi dalam mencetak lulusan calon guru,” sebutnya.
Karena itu, perguruan tinggi diharapkan mampu melakukan pemetaan kebutuhan daerah, sebelum menentukan kuota penerimaan maupun pembukaan program studi pendidikan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Komisi IV DPRD Kaltim telah melakukan koordinasi dan diskusi bersama Universitas Mulawarman (Unmul) untuk membahas kebutuhan tenaga pendidik di masa mendatang.
Pertemuan itu bertujuan menyelaraskan antara kebutuhan sekolah dengan jumlah lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Politisi PAN itu menilai, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan daerah.
Kampus tidak hanya berfungsi mencetak lulusan, tetapi juga harus mampu menyesuaikan arah pengembangan program studinya dengan kebutuhan riil dunia kerja, khususnya di bidang pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya pemberian informasi kepada calon mahasiswa mengenai prospek kebutuhan guru pada masing-masing bidang studi.
“Dengan informasi yang jelas, calon mahasiswa bisa mempertimbangkan pilihan jurusan yang memiliki peluang lebih besar untuk dibutuhkan oleh sekolah-sekolah di Kaltim ini,” tegasnya.
Editor: Erwin