Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengatakan hasil pemantauan pasca-Iduladha menunjukkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah kurban mulai membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, pihaknya masih menemukan adanya pembuangan limbah yang tidak sesuai ketentuan di beberapa titik.
“Meskipun memang masih harus ditingkatkan karena masih ada kita temukan beberapa titik pembuangan limbah kurban tidak sebagaimana mestinya,” ujar Taufiq pada Minggu, (31/5/2026).
Temuan tersebut tersebar di beberapa lokasi. DLH menemukan limbah kurban di satu titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) bayangan, satu TPS resmi, serta tiga titik tumpukan limbah di aliran Sungai Mahakam.
Temuan limbah di sungai tersebut terdeteksi saat DLH mengaktifkan patroli sungai sebagai bagian dari pemantauan sampah selama momentum Iduladha.
“Waktu dilakukan patroli sungai untuk pemantauan sampah Iduladha, petugas melakukan penyisiran di daerah navigasi muara. Jadi, sudah hanyut sampai ke situ,” katanya.
Namun, pihaknya belum dapat memastikan asal limbah yang ditemukan karena saat ditemukan kondisinya sudah terbawa arus sungai.
“Di lokasi itu kita temukan ada tiga kumpulan limbah kurban. Cuma, kami belum tahu ini berasal dari mana,” jelasnya.
Taufiq menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menerapkan sanksi karena tidak memiliki data atau identitas pelaku pembuangan limbah tersebut. Penindakan hanya dapat dilakukan apabila sumber pembuangan berhasil diidentifikasi.
“Tapi kemarin kami tidak memiliki identifikasi sumber limbah tersebut,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 660.1/1493/100.12 tentang Pengendalian Sampah dan Kebersihan Lingkungan selama Iduladha.
Dalam surat edaran tersebut, masyarakat dan panitia kurban dilarang membuang limbah penyembelihan ke sungai, drainase, maupun fasilitas umum.
Limbah organik seperti isi rumen, darah, dan sisa jeroan diwajibkan dikubur sesuai standar sanitasi dengan kedalaman tertentu serta ditaburi kapur atau disinfektan untuk mencegah bau dan penyebaran penyakit.
Editor: Erwin