Dalam pengawasan tersebut, hampir 100 kendaraan terutama roda dua atau motor yang kedapatan melanggar aturan parkir dan langsung diberikan tindakan oleh petugas di lapangan.
Penertiban dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di pusat kota yang dipadati pengunjung. Petugas Dishub terlihat menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi acara sepanjang Jalan Gajah Mada hingga Jalan Merapi yang dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Samarinda Boy Leonardo Sianipar mengatakan, pihak penyelenggara sebelumnya telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait teknis pelaksanaan acara termasuk pengaturan lalu lintas dan penyediaan kantong parkir resmi bagi pengunjung.
“Untuk kegiatan ini sebenarnya sudah ada komunikasi dengan Dishub sejak awal. Panitia juga sudah kami minta mengarahkan pengunjung agar menggunakan lokasi parkir resmi yang tersedia,” kata Boy saat ditemui di lokasi penertiban.
Beberapa titik parkir alternatif telah disiapkan guna mengantisipasi membludaknya kendaraan, seperti area Pasar Pagi dan kawasan Teluk Lerong Space (TLS) di Jalan RE Martadinata. Namun masih banyak pengunjung yang memilih memarkir kendaraan di bahu jalan demi lebih dekat dengan lokasi acara.
“Banyak kendaraan ditemukan parkir di sekitar mini market, depan gedung hingga ruas jalan yang memang bukan area parkir. Jumlahnya hampir 100 kendaraan dan semuanya kami berikan teguran,” sebut Boy lagi.
Sebagai bentuk penindakan, kendaraan yang melanggar dipasangi stiker serta melakukan pengempesan ban terhadap sejumlah kendaraan lainnya. “Kami lakukan penempelan stiker dan beberapa kendaraan juga dilakukan pengempesan ban sebagai bentuk penertiban,” tegas Boy.
Meski begitu kondisi lalu lintas saat acara berlangsung masih lebih tertata dibandingkan kegiatan besar sebelumnya di Teras Samarinda.
Boy juga menyoroti persoalan juru parkir liar yang kerap muncul saat kegiatan keramaian digelar. Praktik tersebut terjadi karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan parkir.
“Jukir liar muncul karena ada masyarakat yang mau parkir sembarangan. Kalau masyarakat disiplin, maka praktik parkir liar otomatis akan berkurang,” tegas Boy.
Editor: Aspian Nur