Diketahui sebanyak 13 ekor sapi kurban disalurkan untuk wilayah Kaltim. Bantuan tersebut terdiri dari satu ekor sapi untuk tingkat provinsi, 10 ekor untuk kabupaten dan kota, serta dua ekor lainnya untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Seluruh sapi dipilih melalui proses seleksi ketat sesuai permintaan Sekretariat Presiden.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim, Fadli Sufiani, menyampaikan bantuan kurban dari Presiden menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah. Menurutnya, Kaltim sudah dua tahun berturut-turut menerima bantuan sapi kurban presiden.
“Alhamdulillah Kaltim kembali mendapat bantuan sapi kurban dari Presiden. Ini menjadi perhatian luar biasa dari pemerintah pusat, khususnya Presiden, kepada masyarakat Kaltim,” ujar Fadli kepada Koran Kaltim, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, sapi-sapi yang dipilih memiliki bobot besar dengan rata-rata berat mencapai 700 kilogram hingga lebih dari satu ton. Bahkan, sapi terberat memiliki bobot mencapai 1.070 kilogram.
“Sapi terberat mencapai 1.070 kilogram, dan semua sudah melalui proses seleksi ketat oleh tim di provinsi maupun kabupaten dan kota,” katanya.
Fadli menuturkan, seluruh hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan atau ante-mortem oleh tim DPKH bersama petugas daerah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sapi dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat Islam, seperti tidak cacat, tidak buta, dan tidak pincang.
Selain itu, mayoritas sapi bantuan presiden merupakan jenis sapi eksotik seperti Brahman Cross yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dibanding sapi lokal. Menurutnya, pemeliharaan sapi jenis tersebut membutuhkan perhatian khusus dan biaya yang cukup besar.
“Tidak semua peternak mau memelihara sapi besar seperti ini karena membutuhkan ketelatenan dan biaya yang besar. Tapi di Kaltim sudah ada peternak-peternak yang memang fokus memelihara sapi eksotik,” jelasnya.
Terkait proses pembayaran pengadaan sapi, Fadli menegaskan pihak DPKH tidak terlibat dalam negosiasi harga. Dinas hanya bertugas melakukan seleksi kesehatan dan kelayakan hewan, sedangkan proses administrasi dan pembayaran menjadi kewenangan Sekretariat Presiden.
Adapun penyerahan sapi kurban bantuan presiden untuk tingkat provinsi dijadwalkan dilakukan usai Salat Iduladha di Masjid Islamic Center Samarinda.
"Penyerahan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, sementara penentuan lokasi distribusi di kabupaten dan kota menjadi kewenangan masing-masing pemerintah daerah," pungkasnya.
Editor: Erwin