Warga mengeluhkan banyaknya pengendara yang nekat melawan arus dan melaju dengan kecepatan tinggi usai melintasi Jembatan Sungai Dama, sehingga membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
Kondisi tersebut terjadi akibat masih adanya pengendara yang melanggar rekayasa lalu lintas serta rambu larangan yang telah dipasang di lokasi.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Samarinda Boy Leonardo Sianipar menegaskan, pengendara dari arah Jembatan Sungai Dama tidak diperbolehkan berbelok kanan menuju Jalan Pangeran Suryansyah.
“Di jembatannya itu sendiri sudah ada rambu larangan belok kanan. Kemudian di simpangan sebelum turunan jembatan juga terdapat rambu larangan masuk. Jadi memang tidak boleh masuk ke Jalan Suriansyah ketika melintas dari arah jembatan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pelanggaran masih kerap terjadi meski Dishub bersama Satlantas Polresta Samarinda rutin melakukan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut. Ia mengakui, tingkat pelanggaran biasanya menurun saat petugas berada di lapangan.
“Kalau kami melaksanakan patroli rutin, memang pelanggaran sangat minim terjadi. Mungkin masyarakat tahu ada petugas Dishub ataupun Satlantas di lokasi, sehingga mereka tidak berani melanggar,” katanya.
Boy tekankan, pihaknya juga mempertimbangkan penambahan kamera pengawas atau CCTV pemantau untuk memperkuat penindakan elektronik terhadap pelanggaran lalu lintas di kawasan itu.
“Keselamatan itu harga mati. Karena itu kami mungkin akan menambah beberapa CCTV sebagai bukti pelanggaran agar bisa ditindaklanjuti melalui sanksi tilang bersama Satlantas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas di Jalan Suryansyah II diberlakukan satu arah untuk mengurangi titik konflik di simpang Jembatan Sungai Dama dan Jalan Suryansyah. Jika diterapkan dua arah, arus kendaraan menuju kawasan Muso Salim dikhawatirkan memunculkan konflik lalu lintas baru dan menambah kemacetan di persimpangan.
Boy pun berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat demi keselamatan bersama.
“Keselamatan memiliki nilai yang sangat tinggi dan tidak bisa dibandingkan dengan apa pun, terutama materi,” tutupnya.
Editor: Erwin