Aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi relokasi Pasar Baqa dan tempat penampungan sementara (TPS) itu dijadwalkan mulai ditata setelah seluruh kontainer sampah dipindahkan ke lokasi insinerator baru di belakang PDAM Baqa.
Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, mengatakan kawasan tersebut memiliki potensi strategis karena didukung luas lahan yang memadai untuk menjadi ruang interaksi masyarakat.
“Karena luas, bisa dimanfaatkan jadi arena santai masyarakat,” ujarnya pada Senin (11/5/2026).
Saat ini, pemanfaatan area belum berjalan maksimal lantaran keberadaan kontainer sampah di lokasi. Proses pemindahan TPS kini tengah memasuki tahap sosialisasi kepada penduduk setempat.
“Bulan ini kami siapkan tahap relokasi ke lokasi baru di belakang kantor PDAM. Tinggal lampu jalannya saja,” jelasnya.
Pihaknya menargetkan proses pembersihan lahan rampung bulan depan agar penataan fisik dapat segera dimulai. Terkait operasional, pihaknya menyiapkan dua opsi pengelolaan, yakni ditangani langsung oleh pemerintah atau melalui kolaborasi swadaya bersama masyarakat.
Mengingat adanya keterbatasan anggaran penataan dalam waktu dekat, opsi kerja sama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) maupun Badan Usaha Milik RT (BUMRT) dinilai lebih realistis.
“Supaya uangnya tetap berputar di organisasi masyarakat,” tambahnya.
Kawasan seluas sekitar 3.000 meter persegi itu nantinya diproyeksikan hidup dengan beragam fungsi. Pada pagi hari, area ini direncanakan menjadi destinasi wisata kuliner dan lokasi olahraga warga.
Sementara pada malam hari, lahan tersebut akan difungsikan sebagai wadah UMKM bagi para pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan.
Mengenai aspek legalitas, pola pengelolaan aset ini masih dibahas bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), termasuk skema penerapan retribusi harian maupun sistem sewa kawasan.
“Kalau untuk jangka pendek masih bisa kami fasilitasi. Namun, jangka panjang kami belum berani memastikan karena bisa saja nanti ada desain baru dari pemerintah,” pungkasnya.
Editor: Erwin