Diskusi tersebut membahas independensi dan keselamatan wartawan sebagai hal mendasar yang harus dijaga bersama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur, Abdurrahman, menegaskan bahwa kemerdekaan pers bukanlah sesuatu yang diberikan, melainkan tanggung jawab yang melekat pada setiap insan pers.
Ia menyebut, kebebasan tersebut menjadi syarat utama agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan dibutuhkan publik.
“Independensi itu harga mati. Pers harus memastikan setiap informasi yang disajikan memiliki nilai kepentingan publik,” ujarnya.
Ia juga menyinggung posisi Kaltim dalam indeks kemerdekaan pers yang dinilai cukup baik. Meski demikian, capaian tersebut menurutnya tetap perlu diuji dengan realitas di lapangan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan kerja jurnalistik.
Sementara itu, Ketua AJI Samarinda, Yuda Almeiro, menekankan pentingnya peran perusahaan pers dalam memberikan perlindungan kepada wartawan.
Ia menilai, wartawan merupakan ujung tombak dalam proses pengumpulan informasi, sehingga perlu didukung dengan jaminan keamanan dan kenyamanan kerja.
“Perusahaan pers punya tanggung jawab untuk melindungi wartawannya, termasuk dari tekanan di lapangan maupun beban kerja yang tinggi,” katanya.
Selain perlindungan fisik, Yuda juga mendorong adanya perhatian terhadap kesehatan mental para jurnalis. Ia mengusulkan agar perusahaan pers dapat bekerja sama dengan tenaga profesional, seperti psikolog, guna membantu menjaga kondisi psikologis wartawan.
Menurutnya, tekanan kerja yang datang dari ruang redaksi hingga lapangan kerap menjadi tantangan tersendiri yang tidak boleh diabaikan.
Dalam diskusi tersebut, juga mengemuka pentingnya kolaborasi antarorganisasi pers seperti AMSI, JMSI, dan SMSI untuk memperkuat ekosistem media yang sehat. Organisasi-organisasi ini diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong standar perlindungan yang lebih baik bagi pekerja media.
Ke depan, AJI Samarinda juga berencana mendorong penguatan koalisi keselamatan jurnalis sebagai langkah preventif dalam menghadapi berbagai potensi risiko kerja.
“Upaya ini diharapkan mampu menciptakan ruang kerja yang lebih aman sekaligus menjaga kualitas kebebasan pers di daerah,” pungkasnya.
Editor: Erwin