Sebelumnya, massa bergerak dari titik kumpul di kawasan Islamic Center sekitar pukul 15.40 WITA, lalu tiba di kompleks gedung dewan pada pukul 16.50 WITA untuk mengawal langsung rapat paripurna terkait hak angket.
Di tengah jalannya aksi, perwakilan massa dari BEM KM Universitas Mulawarman, Wira Saguna, menegaskan kehadiran mahasiswa di jalan merupakan kelanjutan dari tuntutan sebelumnya yang belum mendapatkan kejelasan. Ia menyebut aksi bertajuk “214 Jilid II” tersebut tetap membawa agenda lama yang terus dikawal hingga saat ini.
“Di aksi hari ini kami membawa tuntutan kemarin yang kami kawal sampai hari ini, terutama soal hak angket. DPRD sudah menyampaikan akan membahas, maka kami sepakat kembali ke jalan untuk mengawal itu,” ujarnya saat ditemui di lokasi aksi.
Menurut Wira, aksi kali ini juga bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yang menjadi penguat semangat mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi.
“Kesejahteraan buruh dan keadilan pendidikan sampai hari ini masih menjadi persoalan mendasar di Kalimantan Timur, dan itu yang terus kami suarakan dalam aksi ini,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya menuntut agar pembahasan hak angket dilakukan secara terbuka dan dapat diakses publik. Transparansi, kata dia, menjadi hal krusial agar masyarakat dapat menilai sikap para wakil rakyat.
“Kami harap DPRD bisa menjalankan asas transparansi. Rakyat Kaltim ingin melihat dan mendengar langsung. Kami ingin tahu siapa yang pro-rakyat dan siapa yang tidak,” tegasnya.
Ia bahkan menyindir jika proses tersebut tidak dilakukan secara terbuka, maka publik berhak mempertanyakan komitmen DPRD Kaltim terhadap kepentingan masyarakat.
“Kalau tidak transparan, bagaimana kami menilai DPRD ini? Kalau berpihak pada rakyat, tidak perlu takut,” tambahnya.
Di sisi lain, Wira juga menyoroti adanya penolakan terhadap massa aksi di kawasan Islamic Center, meski pihaknya mengaku telah melayangkan surat pemberitahuan sejak beberapa hari sebelumnya.
“Kami juga kaget kenapa ditolak di Islamic, padahal biasanya kami ke sana dan sudah menyampaikan pemberitahuan H-3 aksi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di halaman Kantor DPRD Kaltim dengan situasi yang relatif kondusif. Aparat keamanan terus melakukan pengawalan secara persuasif, sementara orasi dari mobil komando tetap berlangsung untuk menjaga semangat massa dalam mengawal jalannya rapat paripurna hak angket.
Editor: Erwin