Saat ini, puluhan unit dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah menjalani proses inventarisasi sebelum diajukan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Kepala Bidang Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda, Yusdiansyah menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pendataan serta verifikasi dokumen.
Hal ini bertujuan memastikan seluruh unit yang diusulkan telah memenuhi persyaratan formal pelelangan.
Berdasarkan data sementara, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terapat 37 unit kendaraan roda dua. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) terdapat dua unit pikap serta 30 unit sepeda motor.
“Kami memastikan dokumennya lengkap untuk menentukan apakah unit tersebut dilelang per satuan atau dikategorikan sebagai besi tua (scrap),” jelas Yusdiansyah.
Selain usulan baru, satu unit Mitsubishi Pajero Sport yang sebelumnya batal pada lelang tahap pertama kini sedang dalam tahap perbaikan administrasi.
Pembatalan tersebut terjadi karena dokumen belum lengkap, salah satunya terkait tanda nomor kendaraan yang masih berwarna putih sehingga belum memenuhi syarat lelang aset pemerintah. Ditargetkan lelang pada triwulan dia ini dapat terlaksana segera setelah penilaian dari KPKNL rampung. “Kemungkinan Mei sudah bisa terlaksana lelang,” tuturnya.
Kendati demikian, tidak semua usulan penghapusan akan berakhir di meja lelang. BPKAD terlebih dahulu melakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi fisik dan nilai ekonomis kendaraan.
Aset yang masih memiliki tingkat efisiensi di atas 30 persen serta layak operasional akan dimutasi ke OPD lain yang membutuhkan. Sebaliknya, kendaraan dengan nilai di bawah ambang batas tersebut akan masuk ke dalam daftar lelang.
“Jadi tidak semua yang diusulkan langsung dilelang, kami evaluasi dulu. Jika masih bisa dimanfaatkan, maka akan kami alihkan ke instansi lain,” tegasnya.
Masyarakat umum dapat berpartisipasi dalam proses ini melalui mekanisme resmi secara transparan. Lelang akan dilaksanakan secara daring dengan sistem penawaran terbuka (open bidding) melalui situs resmi lelang.go.id.
Sebagai informasi, Pemkot Samarinda telah menuntaskan lelang tahap pertama pada triwulan awal 2026. Kegiatan tersebut berhasil membukukan hasil sebesar Rp276 juta yang telah disetorkan ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) kategori lain-lain.
Editor: Erwin