Hingga saat ini, sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan klasik, mulai dari aliran yang tidak lancar hingga air yang tidak mengalir sama sekali ke rumah warga.
Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng menegaskan bahwa kinerja Perumda Tirta Kencana tidak boleh hanya diukur dari kontribusinya terhadap pendapatan daerah, melainkan harus mengutamakan kualitas pelayanan dasar kepada publik.
Meski target pemasangan sambungan rumah terus meningkat, legislatif masih menunggu data rinci terkait 16 persen wilayah yang belum terlayani. Data tersebut dinilai penting untuk menentukan prioritas penanganan di masa mendatang.
“Kami masih menunggu data 16 persen itu di mana saja, sehingga DPRD bisa menjawab aspirasi masyarakat yang harus menjadi prioritas,” ujar Ronal pada Selasa, (28/4/2026).
Ronal menyoroti kondisi lapangan yang menunjukkan ketimpangan antara cakupan layanan dan kualitas distribusi.
Salah satu contoh terjadi di kawasan Jalan Teuku Umar, di mana sebagian warga mengaku belum mendapatkan pasokan air secara optimal.
“Memang sudah sekitar 84 persen pelayanan ke rumah-rumah, tetapi masih ada yang terdampak. Ada sambungan, tetapi hanya angin atau airnya tidak lancar,” ungkapnya.
Dalam upaya mengejar target 100 persen layanan pada 2029, Perumda Tirta Kencana didesak untuk lebih fokus pada optimalisasi distribusi dan mutu air.
Ronal menilai, pencapaian kuantitas tanpa diimbangi kualitas justru akan memicu keluhan baru di tengah masyarakat.
Selain kawasan pusat kota, perhatian juga diarahkan ke wilayah lain yang masih membutuhkan peningkatan jangkauan.
Ia mendorong Perumda Tirta Kencana mulai memperluas layanan ke kawasan seperti Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Samarinda Seberang demi mewujudkan pemerataan akses air bersih.
“Jangan harus menunggu 2029. Kalau bisa dipercepat tahun ini atau 2027 sudah terealisasi, itu jauh lebih baik. Setelah itu tinggal menjaga kualitas dan kuantitasnya,” tandasnya.
Editor: Erwin