Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari aspek fisik, mental maupun spiritual sebelum menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Harus pandai-pandai mengatur waktu beristirahat, apalagi setelah sampai di Jeddah melakukan perjalanan ke dua kota suci. Cuaca panas, sangat panas,” sebut Andi Harun.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyalurkan tambahan sangu atau uang saku sebesar 100 Riyal bagi setiap jemaah. Jika dikonversi, nilai tersebut setara dengan Rp450 Ribu per orang.
Pemberian uang saku ini telah menjadi tradisi Pemkot Samarinda selama beberapa tahun berturut-turut yang disebut sebagai wujud perhatian dan ikatan batin pemerintah terhadap warganya.
Andi Harun juga berpesan agar para jemaah memanfaatkan waktu sebaik mungkin setelah masa penantian yang panjang. “Gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk menjalani ibadah haji dengan penuh khusyuk,” pintanya.
Sementara Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Samarinda Jurait merincikan total jemaah dalam kloter pertama ini berjumlah 360 orang, termasuk petugas pendamping.
“Jemaah berjumlah 356 orang, terdiri dari 202 perempuan dan 154 laki-laki. Ditambah empat petugas, sehingga total yang berangkat pada sore hari ini sebanyak 360 jemaah,” jelas Jurait.
Profil usia jemaah kali ini cukup beragam, dengan termuda berusia 19 tahun dan jemaah tertua menginjak usia 88 tahun.
Dari keseluruhan jemaah yang berangkat, terdapat 66 orang kategori lanjut usia (lansia) dan 18 jemaah yang memerlukan bantuan kursi roda.
Jurait berharap seluruh jemaah dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. "Saya doakan semoga calon jemaah haji Kota Samarinda menjadi haji yang mabrur,” harap Jurait.
Editor: Aspian Nur