Diketahui, Pemprov Kaltim berharap dapat mengambil bagian dalam pengelolaan sumber daya tersebut melalui skema Participating Interest (PI).
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menjelaskan, temuan blok gas jumbo tersebut berada di Blok Geliga dan Blok Gula yang sebelumnya ditemukan oleh perusahaan Eni di Cekungan Kutai, sekitar 70 kilometer lepas pantai Kaltim. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia pada 20 April dua hari lalu
"Untuk cadangan gas di Blok Geliga diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik. Sementara di Blok Gula terdapat sekitar 2 triliun kaki kubik gas," kata Bambang, Rabu (22/4/2026).
Selain itu ditemukan pula cadangan minyak sebesar 375 juta barel. Temuan ini merupakan satu diantara yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi peluang strategis bagi Indonesia, khususnya Kaltim dalam menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan energi. “Ini temuan yang luar biasa, selain itu sangat potensial untuk memperkuat posisi Indonesia di sektor energi,” ucapnya.
Namun lokasi cadangan gas tersebut berada di wilayah laut sejauh 12 mil. Kondisi ini membuat kewenangan pengelolaannya berada di pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.
Namun Pemprov Kaltim tetap berupaya agar dapat terlibat dalam pengelolaan melalui skema Participating Interest. Skema ini kata dia, memungkinkan daerah memiliki hak dan kewajiban dalam kontrak kerja sama pengelolaan migas.
“Kami berharap Kaltim bisa mendapatkan PI untuk Blok Geliga dan Blok Gula, sehingga ada porsi yang bisa dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda),” tutup Bambang.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan potensi sumber daya gas raksasa baru di Benua Etam yang jadi angin segar bagi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia.
Giant discovery atau penemuan besar tersebut berasal dari hasil eksplorasi Sumur Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, yang terletak sekitar 70 kilometer dari pesisir Kalimantan Timur. Blok Ganal merupakan wilayah kerja migas yang dioperasikan oleh perusahaan multinasional asal Italia, Eni, dengan porsi kepemilikan 82 persen.
Dalam pengembangan blok tersebut, Eni bermitra dengan perusahaan migas asal China, Sinopec, yang memiliki hak partisipasi sebesar 18 persen. Eni mengestimasikan Sumur Geliga-1 menyimpan potensi sumber daya in-place sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat. Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter.
Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025. Hasil penemuan ini menegaskan potensi signifikan sistem gas yang berada di cekungan tersebut serta stabilitas sumber daya di wilayah ini.
Editor: Aspian Nur