Isu ini beredar luas setelah muncul unggahan yang menyebut seorang peserta aksi bernama Arifin Kurniawan meninggal dunia akibat luka serius. Unggahan tersebut disertai foto seorang pria dalam kondisi terluka di ruang perawatan, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto menegaskan pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap informasi tersebut dan tidak ditemukan kaitan antara foto yang beredar dengan peristiwa aksi di Samarinda.
“Setelah kami telusuri, unggahan itu berasal dari akun anonim di Facebook. Foto yang digunakan merupakan tangkapan layar dari video TikTok lama sekitar tahun 2023, sehingga tidak ada hubungannya dengan aksi 21 April kemarin,” ujar Jokis, sapaan akrabnya Rabu (22/4/2026).
ITS juga telah berkoordinasi dengan relawan medis Emergency Medical Team–Info Taruna Samarinda (EMT-ITS) yang bertugas selama aksi berlangsung. Berdasarkan data di lapangan, tidak ditemukan korban dengan identitas maupun kondisi seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut. “Relawan kami tidak menemukan pasien dengan nama tersebut ataupun korban dengan kondisi fatal. Semua penanganan tercatat dengan baik,” tegasnya.
Selama aksi berlangsung, tim medis mencatat sebanyak 46 orang mendapatkan penanganan kesehatan. Mayoritas mengalami keluhan ringan hingga sedang, seperti kelelahan, sesak napas, dan luka ringan, tanpa adanya korban jiwa.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar juga memastikan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan. Ia menegaskan tidak ada laporan korban meninggal maupun pelanggaran oleh aparat. “Tidak ditemukan tindakan kekerasan dari personel ataupun kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia seperti yang beredar,” sebut Hendri.
Masyarakat diminta agar lebih bijak dalam menerima informasi. “Masyarakat kami imbau untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi agar tidak terpengaruh disinformasi,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur