Situasi yang sempat memanas memicu terjadinya dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Dalam kondisi tersebut, seorang mahasiswa dilaporkan pingsan.
Mahasiswa yang kehilangan kesadaran diketahui bernama Maulana dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Ia terjatuh ditengah kerumunan saat tekanan massa meningkat di pintu masuk gedung. Rekan mahasiswa bersama petugas langsung memberikan ruang agar proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Tim medis yang telah disiagakan sejak awal aksi langsung bergerak memberikan pertolongan pertama. Personel dari Dokkes Polda Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda melakukan penanganan di lokasi, di tengah situasi yang masih dipadati massa aksi dengan pengamanan ketat dari aparat.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, kesiapan tim medis memang telah menjadi bagian dari prosedur pengamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung.
“Sejak awal kami sudah menyiapkan tim kesehatan dari Dokkes Polda dan Polresta. Saat ada peserta aksi yang pingsan, langsung kami lakukan penanganan di lokasi,” kata Hendri
Ketegangan sempat terjadi ketika massa berupaya masuk ke dalam gedung DPRD, sehingga memicu kontak fisik yang tidak terhindarkan dengan aparat di lapangan. “Memang terjadi dorong-dorongan, namun begitu ada yang pingsan, prioritas kami adalah evakuasi dan penanganan medis,” jelasnya.
Setelah mendapatkan pertolongan awal, Maulana dilaporkan mulai sadar dan kondisinya berangsur membaik. Meski demikian, tim medis tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan kondisi korban benar-benar stabil. “Keselamatan semua yang terlibat adalah hal utama. Karena itu tim medis kami siagakan penuh selama kegiatan berlangsung,” tutup Hendri.
Editor: Aspian Nur