Sejumlah posko relawan kini difungsikan sebagai pusat koordinasi sekaligus tempat singgah sementara bagi massa yang mulai berdatangan. Dalam beberapa hari ke depan, jumlah peserta diperkirakan terus meningkat seiring bergabungnya berbagai elemen dari luar kota.
Humas aksi Bella menyebutkan, lebih dari 35 organisasi turut ambil bagian dalam demonstrasi tersebut dan tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.
“Sebagian peserta dari Balikpapan sudah tiba sejak konsolidasi terakhir. Untuk Kukar dan Kutim, kemungkinan besar akan datang pada H-1 pelaksanaan aksi,” ujar Bella, Minggu (19/4/2026).
Mengantisipasi lonjakan massa, panitia telah menyiapkan fasilitas sederhana di posko, mulai dari tempat istirahat hingga konsumsi. Langkah ini diambil agar peserta dari luar kota dapat memulihkan kondisi sebelum mengikuti aksi.
“Kami membuka posko bagi siapa saja yang membutuhkan tempat menginap. Harapannya, peserta bisa tetap fit saat mengikuti aksi keesokan harinya,” ujar Bella lagi.
Dukungan masyarakat turut menjadi faktor penting dalam operasional posko. Relawan aksi Irma Suryani mengungkapkan, bantuan terus mengalir setiap hari, baik berupa makanan, minuman maupun dana.
“Bantuan datang dari berbagai kalangan, bahkan teman-teman penyandang disabilitas juga ikut berkontribusi,” ungkap Irma.
Dana yang terkumpul saat ini mencapai sekitar Rp20 juta dan akan digunakan untuk menunjang kebutuhan teknis aksi. “Dana ini akan dialokasikan untuk perlengkapan seperti sound system dan kebutuhan lapangan lainnya,” jelasnya.
Irma memastikan kondisi posko tetap kondusif. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dinilai mampu menjaga suasana tetap tertib hingga hari pelaksanaan aksi.
Editor: Aspian Nur