Ajang Apresiasi Konektivitas Digital diselenggarakan oleh detikcom dengan dukungan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital. Kegiatan ini memberikan penghargaan kepada individu, komunitas, dan institusi yang dinilai berkontribusi dalam memperluas akses serta meningkatkan literasi digital di berbagai daerah di Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, serta Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang memberikan dukungan terhadap percepatan transformasi digital nasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa capaian ini tidak lepas dari implementasi Program Gratispol. Salah satu program unggulannya adalah Internet Desa Gratis yang telah diluncurkan pada 21 April 2025.
“Melalui program ini, hingga saat ini kami telah berhasil memfasilitasi jaringan internet di 803 desa dari total 841 desa yang ada di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 Pemprov Kaltim menargetkan penyelesaian konektivitas di 38 desa yang belum terjangkau. Program ini juga akan terus dilanjutkan hingga tahun 2029 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemerataan akses digital.
Pemprov Kaltim melalui Diskominfo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Internet Desa Gratis, tidak hanya dari sisi jangkauan, tetapi juga kualitas jaringan.
Selain itu, pemanfaatan internet diharapkan dapat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, termasuk dalam sektor pendidikan, ekonomi digital, hingga pelayanan publik.
“Terus perkuat literasi digital agar program internet desa berdampak positif bagi masyarakat desa,” pesan Gubernur kepada Kadis Kominfo Muhammad Faisal.
Dengan capaian ini, Pemprov Kaltim semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang progresif dalam mendukung transformasi digital nasional, sekaligus memperkecil kesenjangan akses teknologi di wilayah pedesaan.
Editor: Erwin