Rencana Kunjungan Rudy Mas’ud ke Kantor PWI Kaltim, Rahman: Silakan Saja
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Rencana Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, untuk mengunjungi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim mendapat tanggapan terbuka dari jajaran pengurus.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan jika kunjungan itu benar direalisasikan. Apalagi menurutnya, rencana Gubernur Kaltim untuk berkunjung ke PWI sudah lama, walaupun hingga saat ini belum ada penyampaian resmi.
“Informasi (terbaru) yang kita terima dari Tim TAGUPP pun sebenarnya masih bersifat non-formal, sehingga belum dapat dipastikan kapan kunjungan tersebut akan dilaksanakan. Tetapi kalau pun Gubernur Kaltim mau datang, silakan saja, kami pada prinsipnya terbuka,” ujar Rahman kepada Korankaltim.com, Selasa (14/4/2026).
Dia menekankan, sebagai organisasi profesi, PWI tidak berada dalam posisi untuk mengundang ataupun menolak. Apalagi Inisiatif kunjungan sepenuhnya berasal dari pihak gubernur, sehingga PWI Kaltim menurut Rahman, memilih untuk menunggu kepastian dari protokoler pemerintah.
Lebih lanjut, Rahman juga mengungkapkan, setelah menerima informasi rencana kunjungan tersebut, dirinya langsung melakukan diskusi internal bersama pengurus harian PWI. Dia mengakui, dari hasil diskusi tersebut ada beragam pandangan yang disampaikan oleh pengurus internal terkait momentum kunjungannya.
“Ya sebagian pengurus menilai kunjungan di tengah situasi sensitif bisa menimbulkan persepsi politis. Tetapi setiap keputusan atau sikap yang kita ambil harus mencerminkan suara organisasi, bukan individu,” ucapnya.
Lebih lanjut, saat disinggung adanya dinamika publik, termasuk isu menjelang aksi demonstrasi, Rahman menekankan kunjungan tersebut tidak boleh ditafsirkan lebih dari sekadar silaturahmi. Dirinya memastikan, independensi dan netralitas pers tetap menjadi prinsip utama yang tidak bisa ditawar.
“Kita tegaskan, ini hanya relasi silaturahmi, jadi tidak ada kaitannya dengan kepentingan tertentu,” sebutnya.
Rahman juga menegaskan, PWI bukanlah lembaga yang memiliki kendali terhadap isi pemberitaan media. Setiap media, kata dia memiliki independensinya masing-masing, sehingga tidak ada jaminan kunjungan pejabat akan mempengaruhi isu-isu dalam pemberitaan.
“PWI itukan organisasi wartawan, bukan pemilik media. Jadi tidak bisa mengintervensi isi berita setiap media,” pungkasnya.









