Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim AFF Sembiring menegaskan kegiatan ini murni bertujuan untuk menjalin kedekatan dan membuka ruang dialog dengan ormas. Dirinya menyatakan tidak ada kaitan dengan rencana aksi di Kaltim.
“Pertemuan ini semata-mata untuk bertatap muka, berkenalan, serta mendengar langsung masukan, saran, dan kritik dari teman-teman ormas demi pembangunan Kaltim,” ujar Sembiring.
Dirinya juga tegas membantah adanya anggapan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk meredam aksi massa pada 21 April. Sembiring menilai, isu tersebut tidak berdasar dan muncul secara kebetulan.
“Tidak ada kaitannya sama sekali. Kita justru baru dilantik pada 11 April, sementara isu aksi itu sudah lebih dulu beredar, jadi ini tidak saling berhubungan,” ucapnya.
Sembiring memastikan pemerintah tetap terbuka terhadap segala bentuk aspirasi masyarakat, termasuk jika aksi tersebut benar-benar dilaksanakan. Bahkan dirinya mengaku akan hadir untuk mendengarkan langsung tuntutan yang disampaikan.
“Kami siap menerima kritik dan saran, kalau pun memang ada aksi silakan dilakukan dengan cara yang beradab dan tidak melanggar hukum. Kita ini masyarakat Kaltim yang menjunjung budaya,” sebut Sembiring.
Sembiring juga menanggapi beragam persepsi di tengah masyarakat terkait rencana aksi tersebut Adanya penyampaian yang tidak didengar atau tidak difasilitasi oleh pemerintah merupakan hal yang wajar muncul respon di tengah dinamika sosial.
“Yang penting kami tetap membuka diri, silakan datang berdialog dan menyampaikan aspirasi melalui jalur yang ada,” ucapnya.
Disinggung perihal ketidakhadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, dalam kegiatan tersebut Sembiring menjelaskan awalnya gubernur direncanakan akan hadir secara virtual namun karena agenda di Jakarta yang padat membuat hal itu batal.
“Gubernur masih mengikuti rapat dengan Komisi I DPR RI. Tidak mungkin dalam kondisi itu ikut zoom, tetapi ke depan kami jadwalkan kembali pertemuan agar beliau bisa hadir langsung,” tutup Sembiring.
Editor: Aspian Nur