Sebelumnya diketahui, ada dua nama calon direksi Bankaltimtara yakni Romy Wijayanto dan Amri Mauraga, yang nantinya akan menggantikan Direktur Utama Bankaltimtara, Muhammad Yamin.
Pengamat kebijakan publik, Ahmad Jubaidi, menilai proses pergantian yang berkembang saat ini memicu perdebatan di ruang publik, dan berpotensi berdampak pada citra perbankan daerah itu.
Apalagi kata dia, munculnya dua nama calon dirut yang berasal dari luar Kaltim menjadi perhatian serius. Terlebih, prosesnya dinilai kurang terbuka sehingga memunculkan spekulasi dan polemik di masyarakat.
“Ini sudah menjadi perdebatan publik. Karena ini lembaga perbankan, tentu berkaitan dengan citra dan kepercayaan masyarakat sebagai pengguna jasa,” ujar Jubaidi saat dihubungi wartawan Korankaltim.com, Selasa (31/3/2026).
Dia menekankan, sektor perbankan sangat bergantung pada kepercayaan nasabah. Apabila proses pergantian pimpinan tidak dikelola dengan baik, hal ini pastinya akan menurunkan respek publik.
“Bahkan berpotensi membuat nasabah berpindah ke bank lain di tengah ketatnya persaingan industri perbankan,” ucapnya.
Jubaidi mengatakan Bankaltimtara merupakan bank milik pemerintah daerah. Dengan status tersebut, mekanisme pergantian pimpinan seharusnya mengikuti aturan organisasi yang jelas, termasuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang telah ditetapkan.
“Dalam konteks itu, pentingnya sistem kaderisasi internal. Sosok dirut saat ini, Muhammad Yamin, merupakan figur yang meniti karier dari bawah hingga mencapai posisi puncak, melalui berbagai tantangan dan proses panjang,” katanya.
Oleh karena itu, menurutnya harusnya ada penghargaan terhadap proses karier tersebut. Jangan sampai hal ini diabaikan hanya karena ingin mengambil opsi cepat dari luar.
Editor: Erwin