Kesiapan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kegawatdaruratan tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Sebagai bagian dari sistem layanan kesehatan, DOC berperan sebagai tim mobile yang mendukung operasional enam posko kesehatan yang telah disiapkan Dinkes di sejumlah titik strategis.
Koordinator DOC/PSC 119 Dinkes Samarinda Vetrisia menjelaskan, kesiapsiagaan ini mengacu pada edaran dari Kementerian Kesehatan serta arahan internal terkait pelayanan selama libur Lebaran.
“Memang sudah ada edaran dari kementerian, kemudian juga dari dinas terkait libur Lebaran untuk penjagaan. Dinas Kesehatan menyikapi itu dengan membuat enam posko, ditambah dengan DOC yang sifatnya mobile,” kata Vetrisia kepada Korankaltim.com Kamis (19/3/2026)
Meskipun tidak memiliki posko tetap DOC tetap menjalankan pelayanan selama 24 jam penuh dengan sistem kerja bergiliran. “DOC ini tidak punya posko, tapi dia mobile dan membackup enam posko itu. Layanan tetap berjalan 24 jam,” jelasnya.
Layanan DOC dibagi ke dalam tiga shift setiap hari. Setiap shift dijaga oleh dua tim dengan total personel yang cukup lengkap untuk menangani berbagai kondisi darurat.
“Dalam satu hari itu ada tiga shift. Setiap shift dijaga dua tim. Satu tim berisi delapan orang, ada dokter, perawat, driver dan lainnya, jadi cukup lengkap,” papar Vetrisia lagi.
Selain melakukan respons kegawatdaruratan, tim DOC juga menyiapkan fasilitas pendukung di lapangan termasuk tempat istirahat sementara bagi masyarakat yang mengalami kelelahan khususnya di sekitar kawasan pos pengamanan Lebaran.
“Walaupun DOC tidak menerima pasien seperti fasilitas kesehatan, kami tetap siapkan tempat tidur. Siapa tahu ada yang kelelahan, bisa istirahat atau dilakukan tindakan ringan seperti pengecekan tekanan darah,” sebutnya.
Potensi kejadian yang sering muncul umumnya berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, DOC tetap memberikan pelayanan untuk seluruh kondisi darurat yang dilaporkan masyarakat.
“Kalau sesuai edaran, biasanya fokus ke kecelakaan lalu lintas. Tapi DOC tetap menjalankan tugas untuk semua kondisi darurat,” ucap Vetrisia.
Dinkes juga mencatat adanya tren peningkatan kasus kesehatan setelah Lebaran dibandingkan saat Ramadan. Kondisi ini diduga dipengaruhi pola hidup masyarakat yang berubah usai menjalani ibadah puasa.
“Biasanya saat Ramadan kasus menurun, tapi setelah Lebaran justru tinggi sekali. Kemungkinan karena pola makan yang tidak terkontrol setelah puasa,” ungkapnya.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan layanan DOC selama libur Lebaran, sekaligus tetap menjaga kesehatan dan keselamatan dalam beraktivitas.
“Jangan khawatir, layanan kami siap 24 jam. Silakan hubungi DOC atau datang ke posko yang tersedia jika membutuhkan bantuan. Tapi tetap jaga kesehatan dan berhati-hati di jalan,” tutup Vetrisia.
Editor: Aspian Nur