Sebanyak 26 puskesmas di Kota Samarinda dipastikan tetap aktif selama periode Lebaran. Dari jumlah tersebut, enam puskesmas akan tetap beroperasi pada hari H Idulfitri sekaligus difungsikan sebagai posko pelayanan kesehatan utama.
Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat hari raya.
“Untuk mengoptimalisasikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat saat libur Lebaran, 26 puskesmas se-Kota Samarinda tetap aktif melakukan pelayanan kesehatan,” ujar Ismed, Rabu (18/3/2026).
Adapun enam puskesmas yang tetap membuka layanan tepat pada hari H Idulfitri adalah Puskesmas Makroman, Sungai Siring, Lempake, Trauma Center, Palaran, dan Bantuas.
Sementara itu, 20 puskesmas lainnya tetap memberikan pelayanan selama masa cuti bersama, namun akan libur pada hari Lebaran.
Selain layanan puskesmas, Dinkes Samarinda juga menyiagakan layanan kegawatdaruratan melalui Public Safety Center (PSC) 119 Doctor on Call yang beroperasi selama 24 jam penuh.
Layanan ini menjadi tumpuan utama dalam menangani kondisi darurat medis selama libur panjang. Seluruh rumah sakit di Samarinda juga telah disiagakan untuk menerima rujukan pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama untuk kasus-kasus intensif.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I.A. Moeis dipastikan tetap menjadi rujukan utama dalam sistem pelayanan tersebut.
Ismed memastikan seluruh skema ini telah matang agar masyarakat tidak mengalami kendala saat membutuhkan penanganan medis di hari raya.
“Saat ini tim jaga sudah disiapkan masing-masing kepala puskesmas,” pungkasnya.
Editor: Erwin