Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping, mengatakan kapal yang melayani rute tersebut awalnya menampung sekitar 1.697 penumpang. Jumlah tersebut kemudian bertambah seiring meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman melalui jalur laut.
“Jadi kita di awal ada 1.697 penumpang, kemudian ditambah sekitar 15 persen penambahannya. Insyaallah masih ada dua kali lagi pemberangkatan yakni hari Rabu dan Kamis dari Samarinda ke Parepare,” ujar Syahril.
Ia menjelaskan, setelah mengangkut penumpang dari Samarinda, kapal akan kembali berlayar dari Parepare menuju Samarinda sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kapal diperkirakan berangkat dari Parepare pada Selasa dan tiba kembali di Samarinda pada Rabu.
Menurutnya, tren mudik tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Namun jumlah pemudik diperkirakan tidak sebanyak tahun lalu. Kondisi ekonomi yang dinilai masih fluktuatif menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat.
“Kalau dilihat dari kondisi ekonomi sekarang, mungkin ada sedikit perubahan. Ekonomi kan naik turun, jadi kelihatannya banyak juga yang memilih tetap tinggal di Samarinda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Meski begitu, Syahril menyebut saat ini sudah memasuki masa puncak arus mudik untuk rute tersebut. Kepadatan penumpang diperkirakan masih terjadi pada jadwal keberangkatan berikutnya.
“Sebenarnya ini sudah puncaknya, dan insyaAllah pada pemberangkatan berikutnya hari Rabu dan Kamis juga masih cukup ramai,” katanya.
Selain itu, jadwal keberangkatan kapal juga dimajukan sekitar dua jam. Keputusan tersebut diambil karena adanya pendangkalan di muara Sungai Mahakam sehingga kapal perlu menyesuaikan waktu berlayar dengan kondisi air pasang agar perjalanan tetap aman.
Editor: Erwin