Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa meskipun lonjakan kendaraan di Kota Tepian tidak sebesar daerah tujuan mudik, peningkatan mobilitas warga tetap terjadi seiring persiapan menyambut hari raya.
“Paling bukan mudik, kelihatan itu pada saat masyarakat H-7 hari raya mobilitasnya tinggi dalam persiapan lebaran mereka,” kata Manalu.
Sejumlah titik yang menjadi perhatian utama meliputi kawasan Pasar Pagi (termasuk area pinggir Sungai Mahakam), Pasar Segiri, Jalan Pangeran Antasari, serta Jalan Siradj Salman.
Untuk mengurai potensi penumpukan kendaraan di lokasi-lokasi tersebut, Dishub Samarinda akan segera membahas teknis rekayasa lalu lintas bersama pihak kepolisian.
“Nanti bakal ada pembahasannya. Kita akan langsung bagikan perubahan rekayasa lalu lintas, termasuk koordinasi dengan kepolisian,” ujarnya.
Selain persoalan arus lalu lintas, Dishub juga menghadapi kendala pada fasilitas Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Manalu mengungkapkan banyak lampu jalan yang padam akibat maraknya aksi pencurian kabel yang menyasar tembaga bernilai tinggi.
“Lampu-lampu yang gelap ini semua kabelnya dicuri. Bukan kabel tembaga saja yang sering hilang sekarang, kabel atas pun bisa diambil juga,” ungkapnya.
Kondisi jalan yang gelap ini menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan pengguna jalan saat mobilitas meningkat.
Sebagai langkah cepat, pihaknya pun telah menyiagakan personel untuk melakukan perbaikan di titik-titik terdampak.
Melalui kombinasi pengaturan arus dan perbaikan penerangan, Manalu berharap kelancaran serta keselamatan masyarakat Samarinda selama momentum Idulfitri dapat terjaga dengan optimal.
“Kami coba memaksimalkan anggota untuk memperbaiki dengan cara semaksimal mungkin,” pungkasnya.
Editor: Erwin