Layanan tersebut diperkenalkan dalam pembukaan Kampung Ramadan yang dirangkai dengan pembagian 50 paket sembako kepada mustahik se-Kecamatan Sungai Pinang di eks Lapangan Terbang Temindung, Samarinda, Rabu, (25/2/2026) sore.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kota Samarinda.
Selain menghadirkan Pasar Ramadan, kegiatan ini menjadi wadah sosialisasi berbagai inovasi pembayaran zakat yang telah disiapkan Baznas, termasuk layanan berbasis aplikasi dan sistem drive thru.
Andi Harun berharap kemudahan tersebut dapat meningkatkan kepatuhan umat Islam dalam menunaikan zakat fitrah maupun zakat mal, serta mendorong peningkatan infak dan sedekah.
Ia menekankan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya menjadi kewajiban syariat, tetapi juga instrumen sosial untuk memperkuat solidaritas dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Tujuan utamanya adalah menguatkan kohesi sosial agar zakat, infak, dan sedekah ini berfungsi untuk kemaslahatan sosial,” ujar Andi Harun.
Menurutnya, potensi zakat yang dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan dalam mendukung kesejahteraan fakir miskin, anak yatim, serta kelompok rentan lainnya.
Ketua Baznas Kota Samarinda Ahmad Syahir Idris menjelaskan, program drive thru zakat merupakan salah satu upaya memudahkan muzakki yang tidak sempat datang langsung ke kantor Baznas. Selain di lokasi kegiatan, layanan pembayaran juga tersedia di sejumlah mal dan gerai ritel.
Ia menyebutkan, untuk sementara layanan drive thru terpusat di eks Lapangan Terbang Temindung dan di Kantor Baznas Samarinda karena keterbatasan sumber daya.
Tahun ini menjadi tahap awal pelaksanaan dengan jam operasional sejak pagi hingga malam, sekitar pukul 22.00 WITA.
Pembayaran zakat fitrah telah ditetapkan dalam tiga kategori nominal, yakni Rp70 ribu dan Rp60 ribu hingga Rp50 ribu per jiwa, termasuk layanan fidyah serta penerimaan beras. Baznas juga mendorong transaksi nontunai melalui QRIS sesuai konsep drive thruzakat.
“Kalau bisa semua nontunai makanya kita namakan drive thru zakat kita nontunai menggunakan QRIS,” kata Idris.
Ke depan, Baznas merencanakan pengembangan layanan serupa di beberapa ruas Kota Samarinda dengan konsep menyerupai ATM drive thru, cukup dengan menempelkan kartu uang elektronik atau memindai kode batang.
Rencana tersebut masih dalam tahap desain dan penghitungan anggaran, dengan harapan dapat direalisasikan pada akhir tahun. “Masih proses kita lihat anggarannya insyaallah pembukaan di akhir tahun,” tandasnya.
Editor: Erwin