Evaluasi terhadap pelaksanaan program-program prioritas pun mengemuka sebagai bagian dari fungsi pengawasan.
Dia mengingatkan indikator keberhasilan tidak semata-mata diukur dari besarnya angka realisasi atau jumlah penerima manfaat.
Aspek kejelasan regulasi, ketepatan sasaran, serta minimnya kesalahpahaman di tengah masyarakat juga dinilai menjadi tolok ukur penting dalam menilai efektivitas program.
Pria yang akrab disapa Hamas itu menyoroti sektor pendidikan sebagai salah satu bidang yang paling menonjol sekaligus memunculkan dinamika di lapangan.
Ia secara khusus menyinggung program GratisPol atau program bantuan biaya kuliah yang menjadi salah satu unggulan pemerintah provinsi.
Menurut Hamas, terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah penerima manfaat program tersebut.
“Dulu penerimanya hanya sekitar 28 ribu, sekarang sudah mencapai 158 ribu. Itu peningkatan yang sangat besar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Peningkatan jumlah penerima ini turut diikuti dengan kenaikan alokasi anggaran yang cukup besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltim.
Namun demikian, Hasanuddin menegaskan pelaksanaan program tetap harus mengacu pada aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Tidak semuanya bisa. Ada aturan, ada batasan. Kalau sudah menerima beasiswa lain, tentu tidak bisa dobel. Masih banyak yang belum dapat,” jelasnya.
Selain itu, dia juga menyoroti adanya pembatasan pada kategori tertentu, seperti mahasiswa kelas eksekutif dan batas usia penerima bantuan.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan program tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni membantu mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dan belum memperoleh dukungan pembiayaan lain.
Melalui evaluasi satu tahun pemerintahan ini, DPRD Kaltim berharap seluruh program prioritas, termasuk GratisPol, dapat terus disempurnakan dari sisi regulasi, pengawasan, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Dengan demikian, kata Hamas, manfaat program tidak hanya besar secara angka, tetapi juga tepat sasaran dan minim polemik di lapangan.
Editor: Erwin