Legislator yang akrab disapa Ayub itu menyoroti lambannya respons terhadap persoalan publik. Menurutnya, mekanisme yang selama ini ditempuh cenderung berhenti pada pembahasan administratif tanpa diikuti langkah konkret di lapangan.
Ayub mengungkapkan sebagian besar persoalan masyarakat selama ini disikapi melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Forum tersebut tidak sedikit rekomendasi yang akhirnya tidak dijalankan atau tersendat dalam proses eksekusi oleh instansi terkait. Kondisi tersebut menyebabkan penyelesaian masalah tidak tuntas, sementara masyarakat tetap menunggu kepastian.
“Sering kali pembahasan berlangsung panjang dan menghasilkan kesimpulan. Namun ketika masuk tahap pelaksanaan, tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Sebagai ilustrasi, Ayub menyinggung polemik aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berupa hotel di Balikpapan.
Persoalan tersebut telah berulang kali dibahas dalam berbagai forum DPRD, tetapi hingga kini pengambilalihan pengelolaan aset oleh pihak eksekutif belum terealisasi.
Politisi Golkar ktu menilai, jika persoalan tersebut telah memiliki dasar yang jelas, semestinya tindakan tegas bisa segera diambil, namun pada praktiknya, langkah konkret belum terlihat.
Menurutnya, hal itu mencerminkan belum adanya sistem terpadu yang mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk bertindak cepat dan terkoordinasi.
Sebagai solusi, Ayub mengusulkan pembentukan TRC yang bersifat lintas sektor.
Tim ini dirancang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti kejaksaan, kepolisian, TNI, dan pengadilan, serta DPRD dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltim.
Menurutnya, TRC harus memiliki kewenangan untuk langsung turun ke lapangan saat muncul persoalan. Dengan demikian, penanganan tidak lagi bergantung pada rapat berulang atau koordinasi yang memakan waktu panjang.
“Seluruh unsur sudah berada dalam satu tim, sehingga bisa langsung bergerak tanpa harus menunggu proses birokrasi yang berlapis,” jelasnya.
Editor: Erwin