Strategi utama dilakukan melalui optimalisasi jam operasional armada dan penegasan aturan waktu pembuangan bagi warga.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kota Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, memastikan volume sampah selama bulan suci akan meningkat. Karena itu, sinergi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting, terutama melalui kepatuhan terhadap jam pembuangan sampah yang telah ditentukan sebelumnya.
“Karena kalau pola itu sudah diterapkan, otomatis juga membantu kami di lapangan dan mengurangi komplain dari lingkungan sekitar,” ujar Taufiq.
DLH telah memetakan petugas di setiap Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar pelayanan tetap tercover secara rutin.
Untuk menangani lonjakan volume sampah yang bersifat situasional, pihaknya telah menyiapkan tim tambahan yang diambil dari personel yang biasanya menangani parit dan gotong royong.
“Selama bulan puasa ini, karena memang gotong royong berkurang, kemungkinan akan kami perbantukan untuk back up tambahan mengangkut di TPS yang overload,” jelasnya.
Taufiq memprediksi puncak timbunan sampah akan terjadi pada malam Lebaran atau beberapa hari menjelang Idulfitri.
Meski estimasi kenaikan berkisar antara 10 hingga 20 persen, saat ini kondisi di lapangan dilaporkan masih terkendali.
Ia mengakui, jika terdapat kendala pengangkutan di beberapa titik, maka hal tersebut umumnya dipicu faktor teknis seperti kerusakan kendaraan atau faktor Sumber Daya Manusia (SDM).
Saat ini, DLH mengoperasikan 82 TPS dengan dukungan 71 armada dan 108 sopir. Dengan sistem satu kendaraan digunakan oleh dua sopir, pengangkutan kini difokuskan pada waktu sore, tengah malam, subuh, dan pagi hari.
“Ketika angkutan terakhir pukul 20.00 WITA kami sterilkan TPS. Kalau masih ada yang buang, tentu akan penuh lagi,” tegas Taufiq.
Menjelang hari raya, evaluasi kondisi armada terus dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan teknis.
Selain itu, DLH berencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meminjam alat berat guna mempercepat proses bongkar muat, terutama di lokasi yang sampahnya meluap keluar kontainer.
“Proses bongkar muat satu dump truck ke TPA bisa lebih dari dua jam. Kalau ada alat berat, mungkin bisa dipercepat, sekitar setengah jam sudah maksimal,” pungkasnya.
Editor: Erwin