Warsito, nama pria yang juga muadzin tersebut karena sering adzan salat lima waktu, tewas setelah ditabrak motor di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, sekitar pukul 04.40 WITA–04.50 WITA.
Warsito meninggal dunia setelah ditabrak sepeda motor saat hendak berangkat ke masjid.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Javier menjelaskan terkait peristiwa itu kepada Korankaltim.com
“Ya benar tadi ada laka lantas di sekitar Cipto Mangunkusumo yang menyebabkan seorang pria meninggal dunia,” kata Javier hari ini.
Warsito sempat dievakuasi warga dan relawan sekitar satu jam setelah kejadian, dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah sampai di rumah sakit dokter jaga menyatakan yang bersangkutan sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan awal dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, Warsito diketahui pertama kali ditabrak oleh sepeda motor. Pengendara tersebut sempat meninggalkan tempat kejadian perkara.
Peristiwa itu terekam kamera CCTV dan ramai beredar di media sosial.
Namun beberapa jam kemudian, sekitar pukul 09.30 WITA pagi tadi, pengendara motor yang diduga menabrak Warsito mendatangi kantor Satlantas dan menyerahkan diri. Ia kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
“Yang menyerahkan diri tadi pagi bapak yang mengendarai sepeda motor yang menabrak,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pengendara motor merupakan pedagang ikan yang berdomisili di kawasan Loa Janan janan Kilometer 5. Saat kejadian, ia sedang dalam perjalanan menuju kawasan Selili di Samarinda untuk membeli ikan dagangan.
“Dia mengaku kabur setelah menabrak karena takut diketahui warga, takut jadi ramai. Dia lari dan pulang ke rumah,” ungkap Javier.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Satlantas Polresta Samarinda.
Editor: Aspian Nur