Langkah terdekat yang tengah dimatangkan adalah pembangunan akses penghubung antara kawasan Pasar Pagi dan Masjid Raya Darussalam guna menciptakan satu integrasi kawasan terpadu.
“Kita melakukan persiapan pekerjaan jalan penghubung Pasar Pagi dengan Masjid Raya Darussalam karena kawasan ini nantinya akan menjadi satu kesatuan,” ujar Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Pengembangan kawasan ini akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Meski demikian, setiap tahun dipastikan adanya progres pembangunan yang berjalan di sekitar kawasan tersebut.
Andi Harun menargetkan seluruh konektivitas mulai dari Pasar Pagi hingga Masjid Raya Darussalam dapat tersambung sepenuhnya pada 2029 mendatang.
“Mudah-mudahan pada 2029 seluruhnya sudah saling terkoneksi,” harapnya.
Untuk tahun ini, prioritas utama tertuju pada pembangunan koridor jalan penghubung dari Pasar Pagi menuju Masjid Raya. Setelah tahap ini tuntas, pemerintah berencana melanjutkan penataan ke area Citra Niaga.
“Tahun ini kita membangun jalan penghubung koridor dari Pasar Pagi ke Masjid Raya. Kemudian tahun depan kita akan masuk lagi ke segmen baru di kawasan Citra Niaga,” jelasnya.
Saat ini, Teras Samarinda Segmen II sedang dalam tahap penyelesaian di bagian depan kawasan. Selain itu, drainase di sekeliling masjid akan ditutup untuk meningkatkan kerapian serta kebersihan lingkungan.
“Jadi yang dibangun bukan hanya satu atau dua bangunan, melainkan keseluruhan kawasan yang terintegrasi,” pungkasnya.
Editor: Erwin