Salah satu agenda utama dalam Muswil tersebut adalah pemilihan ketua baru, yang akhirnya menyepakati Prof. Abdunur, Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), sebagai Ketua ICMI Kaltim periode mendatang.
Ketua Demisioner ICMI Kaltim, Syaharie Jaang, mengatakan pemilihan Prof. Abdunur didasari harapan besar agar ICMI dapat lebih berkontribusi nyata bagi pembangunan Kaltim dan Indonesia, terutama di tengah posisi strategis Kaltim sebagai bagian Ibu Kota Negara.
“Sebagai seorang akademisi dan rektor di universitas terbesar di Kaltim, beliau diharapkan mampu mengonsolidasikan para cendekiawan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk bersama-sama memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah,” ujar Jalan.
Dia menegaskan, ICMI memiliki peran strategis dalam menyatukan para pakar lintas disiplin, termasuk dalam isu-isu krusial seperti pembangunan daerah, kebijakan publik, hingga ketahanan pangan. Menurut Jaang, kehadiran para akademisi sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan berjalan berbasis kajian ilmiah.
Jaang juga mengakui, selama dirinya menjabat sebagai ketua antar waktu, peran organisasi belum optimal. Karena itu, ia mendorong Prof. Abdunur untuk bersedia memimpin agar ICMI Kaltim dapat dikelola secara lebih profesional dan berdampak luas.
“ICMI ini organisasi besar, dibangun oleh para tokoh nasional seperti Bapak BJ Habibie dan para senior kita. Jadi sangat sayang jika tidak dikelola dengan baik dan maksimal,” katanya.
Selain memperkuat peran intelektual, Syaharie berharap di bawah kepemimpinan Prof. Abdunur, ICMI Kaltim dapat memperluas jaringan organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
“Melalui jejaring akademisi yang beliau miliki, harapan kami ICMI bisa terbentuk di seluruh wilayah kabupaten/kota di Kaltim, sehingga manfaat organisasi ini benar-benar dirasakan secara merata,” tuturnya.
Sementara itu Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang III, Arief Murdiyatno, menilai ICMI sebagai organisasi cendekiawan yang memiliki posisi strategis dalam mendukung arah pembangunan daerah.
Menurutnya, sejak awal berdirinya ICMI di tingkat pusat oleh almarhum Prof. BJ Habibie, organisasi ini dikenal sebagai wadah pemikiran, riset, dan inovasi yang berorientasi pada kemajuan bangsa. Semangat tersebut, kata dia, perlu diterjemahkan secara kontekstual di daerah, termasuk di Kaltim.
“Sebagai organisasi wilayah, ICMI Kaltim tentu perlu selaras dengan program pusat, tetapi juga harus mampu menghadirkan program yang sesuai dengan kearifan lokal dan kebutuhan daerah,” terangnya.
Editor Aspian Nur