Program tersebut merupakan langkah strategis Pemprov Kaltim dalam menyiapkan generasi emas yang berdaya saing. Oleh karena itu, DPRD tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga memastikan pengawasan kebijakan dan dukungan anggaran berjalan secara optimal.
“Dalam rangka penguatan kebijakan yang diambil oleh pemerintah provinsi, kami di DPRD akan terus melakukan pengawasan sekaligus memberikan dukungan penganggaran yang dibutuhkan. Pendekatan yang kami lakukan bersifat yuridis maupun filosofis,” kata Agusriansyah, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, berbagai masukan telah disampaikan DPRD secara berulang melalui rapat-rapat Komisi IV, termasuk dalam forum resmi bersama perangkat daerah terkait.
Bahkan, DPRD telah meminta Biro Hukum Pemprov Kaltim untuk melakukan telaah ulang terhadap regulasi yang ada.
“Tidak menutup kemungkinan, di luar Propemperda (Program Pembentukan Peraturan Daerah) diperlukan peraturan daerah khusus agar program ini memiliki landasan hukum yang lebih kuat dan sistematis,” tegasnya.
Menurut Agusriansyah, penguatan regulasi tersebut penting agar Program GratisPol dapat menjangkau sasaran secara luas sekaligus meminimalkan berbagai persoalan yang kerap muncul di lapangan.
Politisi PKS itu mengungkapkan, sejumlah temuan baru dari implementasi program selama ini perlu dijadikan bahan diskusi mendalam dan diikat dalam satu kebijakan yang komprehensif.
“Alhamdulillah, dari pelaksanaan di lapangan muncul berbagai temuan baru. Ini harus kita jadikan bahan diskusi khusus untuk kemudian dirumuskan dalam kebijakan yang tepat,” jelasnya.
Meski demikian, DPRD Kaltim secara prinsip sangat mengapresiasi Program GratisPol sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda.
Namun, ia mengingatkan pembenahan tetap diperlukan agar dinamika dan persoalan di lapangan tidak terus berulang.
“Demi generasi dan bangsa, program ini kami apresiasi sepenuhnya. Tetapi mari kita benahi bersama agar persoalan-persoalan di lapangan, baik yang terjadi saat ini maupun di masa mendatang, dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Editor: Erwin