Lokasi tersebut dinilai berbahaya karena sering terjadi kecelakaan, terutama saat truk pengangkut sampah berhenti beroperasi di sekitar titik itu.
Salah satu warga, Edy Suroso (39), mengatakan bahwa keberadaan bak sampah di depan pintu masuk perumahan menjadi faktor utama meningkatnya risiko kecelakaan. Menurutnya, kondisi jalan yang menanjak dan menurun, ditambah tikungan tajam, membuat pengendara harus ekstra waspada.
“Posisi bak sampahnya tepat di tanjakan dan tikungan. Kalau truk sampah berhenti, pandangan pengendara langsung terganggu,” ujar Edy, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, situasi semakin berbahaya ketika truk sampah berhenti cukup lama dengan posisi kendaraan menghadap ke badan jalan. Pada saat yang sama, kendaraan dari arah atas melaju menurun, sementara dari arah bawah, khususnya kendaraan berat, berusaha menanjak.
“Pengendara yang mau masuk perumahan sering terjebak. Dari satu arah ada kendaraan turun, dari arah lain kendaraan naik, sementara truk sampah berhenti. Kondisi seperti ini sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan,” ungkapnya.
Warga pun berharap adanya penanganan nyata dari instansi terkait agar aktivitas pengangkutan sampah tidak lagi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, menyatakan pihaknya akan melakukan penataan teknis.
“Kami akan mengatur operasional truk sampah agar tidak berhenti di bahu atau badan jalan sehingga arus lalu lintas tetap lancar,” katanya.
Selain itu, DLH bersama Pemerintah Kota Samarinda telah berkoordinasi dengan pengelola Perumahan Talangsari terkait penyediaan lahan TPS.
“Lahan akan disiapkan sebagai Tempat Penampungan Sementara sampah agar aktivitas pengangkutan tidak lagi dilakukan di jalan utama,” pungkasnya.
Editor: Erwin