Perumda Varia Niaga memproyeksikan kontribusi kawasan ini terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru akan terasa signifikan mulai 2026, seiring dengan optimalisasi bisnis dan penambahan fasilitas pendukung.
Direktur Utama Perumda Varia Niaga, Syamsuddin Hamade mengungkapkan bahwa pada tahap awal, pihaknya belum bisa menjalankan fungsi bisnis secara penuh.
Kewenangan yang terbatas membuat aktivitas kawasan saat itu hanya bergantung pada sektor perparkiran dengan tingkat kunjungan yang masih rendah.
“Kami memang rugi di awal karena saat itu belum bisa berbuat banyak. Hanya parkir dan itu pun sepi,” ujar Syamsuddin.
Menurut Syamsudin, situasi mulai membaik sejak Agustus 2025 ketika pengelolaan bisnis dijalankan secara maksimal. Kehadiran Teluk Lerong Space (TLS) di lahan eks SPBU menjadi pemicu meningkatnya trafik pengunjung dan pergerakan ekonomi di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 pendapatan yang diperoleh masih dialokasikan untuk menutup kerugian operasional sebelumnya.
“Kalau yang langsung disetor itu parkir. Untuk teras secara keseluruhan, kami masih menutup kerugian awal,” katanya.
Ia menegaskan Teras Samarinda memiliki karakteristik berbeda dengan unit usaha lain yang bisa langsung menghasilkan keuntungan. Kawasan ini memerlukan waktu untuk membangun arus kunjungan sebagai modal utama bisnis.
“Teras itu harus dibangkitkan dulu trafiknya. Kalau tidak ada traffic generator, tidak akan jalan,” tambahnya.
Di tahun ini, Varia Niaga menyiapkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Beberapa fasilitas modern direncanakan hadir, mulai dari wahana jet ski ramah keluarga, penggunaan teknologi robotik untuk kebersihan, hingga pertunjukan drone.
“Tahun ini kami targetkan ada tiga fasilitas baru supaya teras lebih menarik dan modern,” pungkasnya.
Editor: Erwin