Kerusakan jalan tersebut terus dikeluhkan masyarakat karena dinilai menghambat aktivitas sehari-hari.
Warga setempat menyampaikan bahwa buruknya kondisi jalan sangat menyulitkan mobilitas, terutama dalam pendistribusian hasil pertanian serta pengangkutan kebutuhan pokok.
Situasi ini semakin parah saat musim hujan, di mana jalan menjadi licin dan sulit dilalui, bahkan kerap terputus di sejumlah titik.
Yonavia mengungkapkan, persoalan infrastruktur jalan merupakan aspirasi yang paling dominan ia terima, pada melaksanakan kegiatan reses beberapa waktu lalu.
Keluhan tersebut tidak hanya datang dari warga kampung, tetapi juga dari pelaku usaha yang bergantung pada akses transportasi darat untuk menunjang kegiatan ekonomi.
“Permasalahan jalan lintas kabupaten menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat,” kata Yonavia, Senin (2/1/2026).
“Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan yang serius serta berkelanjutan,” sambungnya.
Ia menegaskan, keberadaan infrastruktur jalan yang layak memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses jalan yang baik diyakini mampu menekan biaya distribusi barang, memperlancar arus logistik, serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedalaman.
“Kondisi jalan harus menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya sangat langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Yonavia berkomitmen untuk membawa seluruh aspirasi masyarakat ke forum pembahasan di DPRD Kaltim.
Politisi PDIP juga mendorong agar pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah pedalaman, khususnya Kabupaten Mahulu, yang diharapkan mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar, baik dari Pemprov maupun pemerintah pusat.
Editor: Erwin