Sering Terjadi Insiden, Pemprov Kaltim Siapkan Jalur Alternatif Samarinda-Bontang
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Kerap terjadinya insiden truk terhalang di Jalan Samarinda - Bontang kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kaltim.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama bagi kendaraan angkutan barang dan aktivitas logistik antardaerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan, secara status ruas Jalan Samarinda - Bontang merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Berdasarkan informasi yang diterima, jalan nasional tersebut akan mendapatkan penanganan melalui program multiyears yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2027.
"Penanganan ini diharapkan dapat mengurangi berbagai persoalan teknis yang kerap memicu hambatan lalu lintas," ujar Firnanda, saat diwawancarai wartawan Korankaltim.com, Jumat (30/1/2026).
Soal wacana pembangunan Jalan Tol Samarinda - Bontang, rencana tersebut masih berada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hingga saat ini, kementerian masih mencari sumber pendanaan untuk merealisasikan proyek tersebut.
“Untuk jalan tol, kami belum bisa memastikan kapan pembangunannya dimulai karena masih menjadi kewenangan Kementerian PU serta terkait pendanaannya,” ucapnya.
Meski demikian Pemerintah Provinsi Kaltim tidak tinggal diam. Sebagai langkah antisipasi, PUPR telah melakukan perbaikan dan peningkatan pada jalur pesisir Marangkayu - Muara Badak yang disiapkan sebagai jalur alternatif Samarinda - Bontang.
"Pekerjaan pada jalur pesisir saat ini masih berjalan dan ditargetkan tuntas pada tahun 2027. Dengan selesainya proyek ini, Kaltim diharapkan memiliki jalur alternatif yang memadai di wilayah pesisir untuk menghubungkan Samarinda dan Bontang," katanya.
Jalan pesisir tersebut secara status merupakan jalan provinsi yang membentang dari Simpang Sambera, masuk ke wilayah Muara Badak, kemudian Marangkayu hingga tembus ke Kota Bontang.
Editor Aspian Nur









