Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pelayaran Dishub Provinsi Kaltim, Ahmad Maslihuddin. Menurutnya, pasca insiden pihaknya ditugaskan langsung oleh pimpinan untuk menutup aktivitas kendaraan baik di atas maupun di bawah jembatan.
“Pada tanggal 25 Januari itu kami langsung membuat surat yang dikirimkan kepada KSOP, minta supaya kolong jembatan ditutup,” ujar Maslihuddin, Rabu (28/1/2026).
Setelah dikirimnya surat tersebut kata dia, KSOP menanggapi dengan membuat notices to marineers. Maslihuddin mengaku belum mengetahui masa berlakunya hal ini, sebab saat berdiskusi dengan Dinas PUPR-PERA menyatakan amannya aktivitas pelayaran di kawasan Jembatan Mahulu sampai adanya fender tetap.
“Tapi kan sampai sekarang belum ada ini, fendernya belum di bangun. Sementara fender hidupnya (semacam kapal pemandu) sedang di bahas,” ucapnya.
KSOP, kata Maslihuddin, berjanji akan menyiapkan kapal escort sebagai pelindung. Sehingga setelah adanya kapal tersebut, ponton atau tongkang bisa melintas dengan dijaga kapal escort yang beroperasi selama 24 jam.
Lebih lanjut, saat disinggung adanya pemasangan portal di atas Jembatan Mahulu, yang membatasi lalu lintas kendaraan roda enam ke atas, Maslihuddin menyatakan, hal tersebut sebelumnya merupakan kesepakatan bersama.
“Karena kita belum tau kondisi jembatan ini bagus, rusak, atau bagaimana belum bisa dipastikan. Dan Pemprov Kaltim selaku pemerintah mengambil keputusan, walaupun memang keputusan ini tidak populer tetapi ini demi keamanan dan keselamatan yang beraktivitas di atas,” katanya.
Dia memastikan, hal itu dilakukan hingga terdapat keputusan bahwa Jembatan Mahulu aman dilintasi. Jika aman, maka portal tersebut kembali di buka. Maslihuddin juga mengaku, sebelumnya sempat terdapat penolakan dari pihak pengusaha angkutan kontainer.
“Mereka sempat komplain, karena dalam seminggu itu ada seribu kontainer yang melintas. Jika ini di batasi sebenarnya juga akan berdampak pada inflasi,” terangnya.
Tetapi karena kondisi jembatan yang telah tiga kali di tabrak serta perlunya pengecekan menyeluruh maka pihaknya memberikan solusi agar pendistribusian barang dapat dilakukan dengan kendaraan yang lebih kecil.
Editor: Erwin